
PeluangNews, Kudus-Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, pemerintah terus memastikan harga barang kebutuhan pokok tetap terkendali dan pasokannya tersedia bagi masyarakat. Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan pemantauan langsung ke pasar-pasar rakyat guna memastikan masyarakat dapat berbelanja dengan tenang selama Ramadan hingga Lebaran.
Menteri Perdagangan Budi Santoso meninjau langsung kondisi harga dan ketersediaan sembako di Pasar Baru Kudus pada Kamis (12/3). Kunjungan tersebut juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi serta Bupati Kudus Sam’ani Intakoris.
Dalam peninjauan tersebut, Mendag yang akrab disapa Busan memastikan sebagian besar harga kebutuhan pokok masih stabil dan berada di kisaran harga yang ditetapkan pemerintah.
“Beras normal, MINYAKITA juga normal. Kami terus melakukan pemantauan, terutama menjelang Lebaran, agar harga terkendali dan pasokan tercukupi sehingga masyarakat bisa berbelanja dengan harga yang terjamin,” ujar Budi Santoso usai meninjau pasar.
Menurutnya, pemantauan harga tidak hanya dilakukan melalui kunjungan langsung ke pasar, tetapi juga melalui sistem digital yang dimiliki Kemendag. Melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), pemerintah dapat memonitor pergerakan harga secara real time di berbagai daerah.
Sistem tersebut memantau harga kebutuhan pokok di 550 titik pasar yang tersebar di 514 kabupaten dan kota di 38 provinsi di Indonesia. Data yang dikumpulkan menjadi dasar pemerintah untuk mengambil langkah cepat jika terjadi gejolak harga.
Meski demikian, Budi menegaskan bahwa kunjungan langsung ke pasar tetap penting dilakukan untuk memastikan kondisi riil di lapangan, termasuk pasokan barang dan dinamika harga yang dirasakan pedagang maupun konsumen.
“Dengan turun langsung ke pasar, kami bisa melihat kondisi sebenarnya. Jika ada lonjakan harga atau pasokan terganggu, kami bisa segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengambil langkah pengendalian,” katanya.
Dari hasil pemantauan di Pasar Baru Kudus, sejumlah komoditas pokok dijual sesuai atau bahkan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan pemerintah. Harga beras medium tercatat sekitar Rp13.500 per kilogram, beras SPHP Bulog Rp12.500 per kilogram, dan beras premium sekitar Rp14.000 per kilogram.
Sementara itu, minyak goreng rakyat MINYAKITA dijual sekitar Rp15.700 per liter, gula pasir Rp17.000 per kilogram, daging sapi Rp130.000 per kilogram, serta daging ayam ras Rp40.000 per kilogram. Harga telur ayam ras berada di kisaran Rp30.000 per kilogram.
Beberapa komoditas hortikultura juga terpantau stabil, seperti bawang merah sekitar Rp41.000 per kilogram dan cabai merah keriting Rp35.000 per kilogram. Namun, harga cabai rawit merah masih relatif tinggi, yakni sekitar Rp90.000 per kilogram atau di atas harga acuan pemerintah.
Di tingkat pedagang, ketersediaan stok dinilai masih aman. Salah satu pedagang sembako, Sulastri, mengaku pasokan beras dan minyak goreng masih mengalir dengan lancar dari distributor.
“Kalau stok lancar terus, barangnya selalu ada. Beras dari Bulog juga rutin datang sampai dua kali seminggu,” katanya.
Pedagang lainnya, Alfi, berharap pemerintah dapat terus menjaga stabilitas harga agar kebutuhan pokok tetap terjangkau, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Kalau bisa harga sembako tidak terlalu mahal supaya masyarakat kecil tetap bisa membeli,” ujarnya.
Melalui pemantauan intensif ini, pemerintah berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga hingga puncak kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran, sehingga perayaan Idulfitri dapat berlangsung dengan lebih tenang dan nyaman.








