hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Mei 2021, Realisasi Penyaluran PEN Capai Rp172,35 Triliun

JAKARTA—Realisasi penyaluran anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) per 11 Mei 2021 mencapai Rp172,35 triliun. Jumlah ini setara dengan sekitar 25% dari pagunya, Rp699,43 triliun. Capaian ini naik Rp49,01 triliun dari realisasi kuartal I 2021 sebesar Rp123,26 triliun.

Menteri Koordinator Biang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan penyaluran dengan porsi tertinggi untuk bidang insentif usaha yaitu 47,3 persen.

Realisasinya mencapai Rp26,83 triliun dari pagu Rp56,72 triliun, diikuti realisasi perlindungan sosial yang mencapai Rp56,79 triliun atau 37,8 persen dari pagu Rp150,28 triliun. 

Sementara itu, realisasi anggaran sektor kesehatan sudah mencapai Rp24,9 triliun atau 14,2 persen dari pagi Rp175,22 triliun. Program dukungan UMKM dan korporasi sudah disalurkan Rp42,03 triliun atau 21,7 persen dari pagu, Rp193,53 triliun. Kemudian, program prioritas sudah disalurkan Rp 21,8 triliun atau mencapai 17,6 persen dari pagu Rp 123,67 triliun. 

Peningkatan penyaluran anggaran PEN ditargetkan mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Salah satu parameter perbaikan ekonomi juga tercermin dari peningkatan jumlah uang kartal yang beredar di wilayah Jabodetabek selama periode Lebaran tahun ini dibanding 2020 lalu. 

“Penarikan dana tunai di Jabodetabek selama Lebaran ini mencapai Rp34,8 triliun. Angka tersebut naik 61 persen dibanding jumlah penarikan dana tunai pada Lebaran tahun lalu, Rp21,7 triliun,” ujar Airlangga, Senin (17/5/21). 

Jumlah uang kartal yang beredar secara nasional juga mengalami kenaikan 41,5 persen, dari Rp109,2 triliun menjadi Rp154,5 triliun pada Lebaran tahun ini. Pelarangan mudik melalui PPKM telah mendorong adanya belanja di wilayah aglomerasi. 

Kondisi di atas diyakini sebagai sinyal pemulihan ekonomi yang semakin nyata. Penerapan PPKM mikro dan larangan mudik membuat masyarakat melakukan mobilitas sebatas di dalam wilayah aglomerasi. Sebagai dampaknya, ekonomi di wilayah aglomrasi pun ikut meningkat. 

Kalau dilihat dari pertumbuhan secara parsial kita lihat bahwa sektor pertanian, pengadaan listrik, air, informasi komunikasi, keuangan, dan kesehatan sudah positif.

Pemerintah juga mencatat ada 10 provinsi yang sudah mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif pada kuartal I 2021 ini. Kesepuluhnya adalah Riau yang tumbuh 0,41 persen, Papua 14,28 persen, Sulteng 6,26 persen, Jogja 6,14 persen, Sulut 1,87 persen, Sultra 0,06 persen, NTT 0,12 persen, Papua Barat 1,47 persen, Bangka Belitung 0,97 persen, dan Maluku Utara

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate