hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Matahari Gerakan Koperasi di NTT

Dari sisi jumlah anggota yang mencapai 484.400 orang, Puskopdit Swadaya Utama menjadi nomor satu puskopdit di Indonesia

Di timur matahari terbit, di timur pula Pusat Koperasi Kredit Swadaya Utama memberikan warna bagi Gerakan Koperasi Kredit Indonesia (GKKI) di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Wakil Ketua Inkopdit Wara Sabon Dominikus menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) acara RAT Puskopdit Swadaya Utama Maumere ke 30 Tahun Buku 2020 pada Kamis 24 Juni 2021.

Menurut dia dari sisi jumlah anggotanya mencapai sekitar 484.400 anggota perorangan dan dari jumlah sudah menjadi puskopdit terbesar pertama di Indonesia. Selain itu dari 35 Kopdit Primer yang menjadi anggota, terdapat dua Kopdit masuk 10 besar koperasi besar Indonesia, yaitu KSP Pintu Air pada urutan pertama dan Kopdit Obor Mas pada urutan keenam.

“Dengan masuk menjadi 2 dari 10 koperasi terbesar di Indonesia tentu saja sangat membanggakan Gerakan Koperasi Kredit Indonesia (GKKI) serta GKKI Provinsi NTT,” ujar Wara.

Sementara Wakil Bupati Sikka sekaligus tokoh koperasi Indonesia Romanus Woga menyarankan agar digitalisasi koperasi diperhatikan karena sangat diperlukan dan mengikuti perkembangan zaman yang begitu pesat.

Pada kesempatan yang sama Ketua Puskopdit Swadaya Utama Aleksius Bertholomrus mengharapkan agar para pengurus, pengawas dan manajemen untuk tidak berjalan sendiri-sendiri tetapi harus besama.

“Kebersamaanlah yang membuat Puskopdit Swadaya Utama masih bisa bertahan hingga saat ini. Mari kita saling bekerja sama agar apa yang menjadi tujuan kita yaitu mensejahterakan masyarakat dapat tercapai,” ungkap Lexi, sapaan akrabnya.

Ketua Panitia Penyelenggara yang sekaligus General Menejer Puskopdit Swadaya Utama  Fransiskus de Fransu mengatakan RAT itu diikuti 90 orang peserta yang merupakan perwakilan dari beberapa Kopdit Primer.

Sementara kata dia untuk mengikuti instruksi dari Menteri Koperasi dan UKM RI terkait Spin Off kini Puskopdit Swadaya Utama telah mendirikan PT. Swadaya Utama Bersama yang akan memproduksi beberapa jenis Produk.

Produk-produk tersebut antara lain, Hand Sanitizer, yang telah diproduksi dan sementara mengurus izin dari BPOM dan izin Halal,Saos Tomat dan Sambal, Sabun Cuci Tangan Cair, Sabun Mandi, Sabun Cuci Piring, Minuman Moke, Cuka dan Coklat.

Fransksikus menuturkan, pihaknya merencanakan agar semua produk yang akan diproduksi targetnya hanya untuk memenehui kebutuhan masyarakat lokal. Kalau permintaan pasar tinggi maka akan didistribusikan ke seluruh NTT hingga Indonesia.

Dia mencatat Puskopdit Swadaya Utama mendapatkan Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari lembaga Kantor Akuntan Publik serta mendapatkan nilai keuangan Sehat dari Inkopdit.

“Saya berharap agar pencapaian ini tetap bisa dipertahankan dan menjadi motivasi kepada seluruh jajaran pengurus, pengawas dan manajemen untuk bekerja lebih sungguh-sungguh,” pungkasnya.  (Nivan)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate