banner iklan sticky 160x600px sidebar kiri
banner iklan 160x600 sidebar kanan
Berita  

Manajemen Transportasi Laut di Indonesia Jauh dari Memadai

Ilustrasi tenggelamnya kapal KM Lestari Maju-Foto: Pojoksatu.

JAKARTA—Musibah yang terjadi pada KM Sinar Bangun di Danau Toba pada Juni lalu dan yang teranyar KM Lestari Maju di Perairan Selayar, Bulukumba, Sulawesi Selatan pada Selasa (3/7/2018) menunjukkan bahwa manajemen transportasi laut di Indonesia masih jauh dari memadai.

Kecelakaan laut yang terjadi berturut turut tersebut pada dasarnya dapat dicegah apabila semua pihak terkait dengan transportasi laut yaitu regulator, operator dan masyarakat konsisten mematuhi seluruh peraturan yang sudah ditetapkan dan yang terpenting para pejabat regulator tegas dalam penegakan peraturan dan bekerja secara profesional.

Demikian antara lain diungkapkan pengamat Transportasi Laut Ajiph Razifwan Anwar ketika dihubungi Peluang, Rabu (4/6/2018) mengomentari musibah yang terjadi hanya dalam waktu berdekatan.

Menurut Ajiph lagi, telah terjadi kelalaian dalam pelaksanaan tugas baik oleh regulator maupun operator.

“Sebagai contoh masih terjadinya “kelebihan penumpang” kapal, tidak adanya manifest penumpang dan barang dan kalaupun ada manifest pencatatannya tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, beroperasinya kapal yang sudah tua yang rawan terhadap kerusakan (lambung bocor), kurang cepatnya operasi pertolongan kecelakaan,” papar Ahli Transportasi Utama, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).

Lanjut alumni Pasca Sarjana Coastal/Port Engineering IHE Delft Belanda 1982 ini sebetulnya upaya pembenahan sudah dilakukan pemerintah. Namun upaya tersebut belum efektif karena pembenahan belum didasarkan pada suatu konsep yang terintegrasi, komprehensif dan canggih.

Sementara itu Menteri perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulisnya kepada media, Rabu (4/7/2018) menyebut bahwa pihaknya sudah memerintahkan Dirjen Perhubungan Laut untuk mengerahkan bantuan untuk menolong korban, serta melakukan evakuasi untuk menolong korban yang selamat. Menurut Menteri beberapa saat setelah terjadi kecelakaan KM Lestari Maju, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Surabaya mengerahkan satu unit kapal patrol.

Kementerian Perhubungan berjanji akan mengusut kejadian ini agar tidak terjadi lagi. Budi juga memerintahkan pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk melakukan pengusutan.

“Saya juga meminta kepolisian melakukan tindakan sesuai hukum yang berlaku,” ujar Budi,

Kementerian Perhubungan juga berjanji membentuk tim Ad Hoc untuk membenahi tata kelola penyeberangan di Danau Toba, Sumatera Utara untuk mencegah terulangnya kembali tragedi seperti tenggelamnya KM Sinar Bangun (van).

iklan investasi berjangka octa.co.id
download aplikasi android peluang news
iklan investasi berjangka octa.co.id