Implementasi aplikasi digital diyakini akan membuat proses bisnis menjadi lebih cepat, mudah dan transparan serta mendukung pencapaian target SHU sebesar Rp15 miliar.
Penetrasi digitalisasi di industri jasa keuangan dan koperasi semakin meningkat seiring dengan akses internet yang mudah dan harga ponsel pintar yang semakin terjangkau. KSP Makmur Mandiri (KMM) sebagai salah satu koperasi besar bertekad memberi layanan yang semakin berkualitas kepada anggota melalui layaman digital Makmur Mandiri Mobile.
Tumbur Naibaho, Ketua KMM menargetkan pada Januari 2022 layanan digital itu dapat diterapkan di seluruh kantor cabang KMM sejumlah 170 kantor. “Kita akan luncurkan Makmur Mandiri Mobile untuk anggota di seluruh jaringan kantor cabang pada awal tahun ini agar mereka semakin mudah dan nyaman berkoperasi,” ujar Tumbur.
Sebelumnya, layanan digital itu telah diujicobakan di internal karyawan KMM selama hampir satu tahun. Hasilnya memuaskan karena membuat tranksasi lebih cepat, mudah, dan aman. Makmur Mandiri Mobile memiliki fitur yang beragam antara lain mengecek jumlah simpanan, angsuran, dan transfer uang antar rekening anggota. Aplikasi ini dapat diunduh melalui playstore oleh seluruh anggota KMM.
Implementasi layanan digital di koperasi sejalan dengan arahan pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM yang mendorong modernisasi koperasi salah satunya melalui digitalisasi. Secara best practise, digitalisasi layanan akan menjadikan proses bisnis semakin efisien, transparan, dan meniingkatkan tata kelola perusahaan.
Tumbur menambahkan, layanan Makmur Mandiri Mobile untuk anggota akan mendukung pencapaian target yang telah dianggarkan. “Kami yakin kehadiran aplikasi digital Makmur Mandiri Mobile akan mendukung target-target yang ditetapkan,” ungkap Tumbur.
Untuk diketahui, pada tahun ini KMM menargetkan kinerja operasional dan finansial yang cukup besar. Target tersebut antara lain peningkatan jumlah anggota menjadi 120 ribu anggota dibanding 2021 sebanyak 90 ribu anggota, penyaluran pinjaman menjadi sebesar Rp1,2 triliun, dan SHU menjadi senilai Rp15 miliar.
Selain meluncurkan aplikasi Makmur Mandiri Mobile untuk anggota, KMM juga terus menebalkan permodalan untuk mendukung ekspansi usahanya. Peningkatan modal dilakukan melalui penambahan jumlah simpanan anggota dan pinjaman seperti dari dana bergulir LPDB UMKM. “Kami akan top up pinjaman dana bergulir dari LPDB pada awal tahun,” pungkas Tumbur.
Sebagai salah satu koperasi besar di Indonesia, langkah KMM untuk menggeber layanan digital sudah menjadi keharusan. Apalagi dengan jumlah anggota yang terus bertambah maka membutuhkan layanan yang semakin cepat dan andal seperti Makmur Mandiri Mobile.





