JAKARTA—PT Bank Central Asia Tbk menyampaikan rencananya meluncurkan bank pada semester pertama 2021. BCA Digital akan menyalurkan kredit kepada masyarakat khusus segmen individual, individual bisnis, UMKM, serta retail.
Menurut Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim, saat ini perusahaan sedang menyiapkan dan mengembangkan infrastruktur sekaligus ekosistem yang terintegrasi.
Hal ini untuk mendukung segala aktivitas produk, layanan, keamanan, kenyamanan transaksi perbankan BCA Digital. Dengan demikian perusahaan dapat memberikan layanan memuaskan kepada nasabah.
“Tidak hanya untuk milenial, BCA Digital juga hadir bagi masyarakat yang sudah terbiasa dan lebih memilih bertransaksi dengan teknologi digital (Digital Savvy),” ujarnya saat konferensi pers virtual, Rabu (31/3/31).
Pada fase awal peluncuran, BCA Digital akan fokus pada funding service. Layanan ini akan memfasilitasi berbagai transaksi perbankan digital melalui aplikasi digital berbasis ponsel cerdas, sekaligus meningkatkan jumlah customer base.
Dikatakannya, BCA Digital ingin memastikan dari segi keamanan, kenyamanan dan pengalaman nasabah berjalan dengan optimal, sehingga pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah dalam menjawab kebutuhan finansial masyarakat modern.
BCA telah bersiap masuk ke bank digital sejak 2019, dengan mengakuisisi PT Bank Royal Indonesia. Kemudian emiten berkapitalisasi terbesar itu mengumumkan perubahan nama dari Bank Royal menjadi Bank Digital BCA.
Per 31 Desember 2020, Bank Digital BCA memiliki modal inti sebesar Rp1,37 triliun. Total laba bersih tahun berjalan sebesar Rp82,15 miliar pada 2020, dari sebelumnya rugi Rp30,76 miliar pada 2019. Adapun total asetnya sebesar Rp2,89 triliun per 31 Desember 2020.