Destinasi wisata baru ini selain akan memberi keuntungan bagi para petani anggota BMT juga dapat menjadi mesin penggerak perekonomian lokal.
Sebagai salah satu koperasi syariah terbesar di Lampung, KSPPS BMT Assyafi’iyah Berkah Nasional (BN) terus memberikan solusi untuk memacu potensi ekonomi lokal. Terbaru, BMT berprestasi tingkat nasional ini mengembangkan agrowisata kebun melon yang berlokasi di desa Purwosari, Kecamatan Batanghari Nuban Lampung Timur.
Ketua BMT Assyafi’iyah BN Supadin mengatakan kebun seluas 1.250 meter persegi itu sudah siap dibuka untuk umum. Persiapan telah dilakukan kurang lebih dua bulan sebelumnya dengan melakukan penanaman berbagai jenis buah melon. “Agrowisata ini siap dibuka untuk umum dan akan menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik,” ungkap Supadin saat meresmikan pembukaan kebun agrowisata tersebut pada akhir Oktober lalu.
Dalam pengelolaan agrowisata itu, petani melakukan kegiatan penanaman, perawatan serta panen dibawah binaan Baitul Maal BMT ABN. Hubungan kemitraan yang dibangun akan bersifat saling menguntungkan atau simbiosis mutualisme.
Jenis melon yang ditanam antara lain melon golden alias dan melon Alina serta Melon Madesta. Untuk memetik langsung dan merasakan buahnya pengunjung dikenakan biaya Rp15.000 perkilo untuk jenis Melon Golden Alisa dan Madesta dan Rp10.000 untuk jenis melon Alina.
Selain bisa memetik langsung, pengunjung juga akan mendapat edukasi terkait perawatan dan pengelolaan melon langsung dari petani. Dengan begitu, setiap pengunjung tidak hanya mendapat kepuasan tapi juga menambah pengetahuan.
Supadin menambahkan, kehadiran kebun wisata itu akan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan petani melon anggota BMT Assyafi’iyah BN. “Koperasi harus hadir untuk meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya,” ungkap Supadin.
Gebyar Vaksinasi Tahap 2
Selain berupaya menggenjot produktivitas ekonomi anggota, BMT Assyafi’iyah BN juga mendukung program vaksinasi guna membentuk imunitas kelompok (herd immunity) dan mencegah penyebaran virus COVID-19. Gelaran vaksinasi tahap 2 oleh BMT itu dilaksanakan di Aula Assyafi’iyah Hotel, Jumat 29 Oktober 2021.
Gelaran vaksinasi dosis kedua itu dihadiri oleh Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad beserta jajarannya. Selama pelaksanaan acara, protokol kesehatan dilakukan secara ketat mulai dari tahap pendaftaran sampai selesainya acara.
Sebelumnya BMT yang beroperasi di tiga provinsi itu telah melaksanakan vaksinasi dosis pertama di tempat yang sama pada 1 Oktober 2021. “Kami telah siapkan fasilitas tempat, tim pelaksana dari tenaga kesehatan serta infrastruktur pendukung dari BMT Assyafi’iyah BN serta menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Supadin.
Calon penerima vaksin yang terdiri dari seluruh karyawan dan masyarakat di lingkungan sekitar Kantor BMT mendaftar sebagai peserta vaksinasi dengan cara langsung datang ke lokasi vaksin dengan mengisi formulir yang ada dan melampirkan sertifikat vaksin dosis pertama.
Supadin juga mengimbau kepada masyarakat yang telah mengikuti vaksinasi untuk tetap menjaga 5M protokol kesehatan. “Walaupun telah melakukan vaksinasi, kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta mengurangi mobilitas,” ungkapnya
BMT Assyafi’iyah BN melalui jaringan kantor cabang yang tersebar di 3 provinsi yakni Lampung, Palembang dan Banten mengimbau kepada para anggota dan masyarakat umum untuk mengikuti dan menyukseskan program vaksinasi yang diadakan oleh pemerintah daerah setempat. Di internal BMT Assyafiiyah BN telah melakukan vaksinasi kepada seluruh karyawan, keluarga karyawan serta masyarakat sekitar.
Gelar Rapat Kerja Akhir Tahun
Menjelang tutup tahun, BMT Assyafi’iyah BN mengadakan Rapat Kerja (Raker) Akhir Tahun dengan agenda pembahasan evaluasi program kerja 2021; evaluasi RAPBK 2021; dan pembahasan dan penyusunan program kerja 2022 serta dan penyusunan RAPBK 2022. Terdapat empat bidang yang dibahas yaitu Bidang Organisasi, Bidang Usaha dan permodalan, Bidang Sumber Daya Insani, dan Bidang Baitul Maal.
Pelaksanaan Rapat Kerja yang berlangsung selama 2 hari di Assyafi’iyah Hotel itu dihadiri oleh Pengurus yaitu Ketua, Sekretaris dan Bendahara serta Pengawas Manajemen maupun Pengawas Syariah dan Seluruh Pimpinan Cabang dari 48 Kantor Cabang BMT Assyafi’iyah Berkah Nasional yang tersebar di 3 Provinsi.
Supadin menyampaikan, pelaksanaan Raker Akhir Tahun itu bertujuan agar seluruh unit kerja dari 48 kantor cabang dapat mengetahui rencana kegiatan dan anggaran secara profesional dan dapat merealisasikannya dengan efektif. “Saya mendorong seluruh kantor cabang untuk meningkatkan kapasitas kinerja dan kualitas layanan,” tutur Supadin.
Sejauh ini, meski diterjang pandemi COVID-19 BMT Assyafi’iyah tetap bertaji. Ini ditunjukkan dari kinerja usaha yang kinclong. Per Oktober 2021, simpanan anggota sebesar Rp75,12 miliar, tumbuh 112,54% dibanding tahun sebelumnya. Pembiayaan mencapai Rp118,91 miliar atau tumbuh 112,77 % dibanding dengan tahun sebelumnya. Selain itu, BMT Assyafi’iyah BN menerima penghargaan atas prestasinya dalam menyalurkan dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM.
Melalui Rapat Kerja akhir tahun 2021, BMT Assyafi’iyah BN memperkuat lingkup internal dengan mendorong seluruh karyawan untuk meningkatkan budaya kerja dan budaya risiko yang tetap diiringi dengan nilai – nilai ibadah untuk mencapai keberkahan bersama.
“Rapat Kerja juga berfungsi untuk memastikan bahwa arahan, rencana kerja, dan strategi BMT tersampaikan ke seluruh karyawan dengan efektif dan optimal,” pungkasnya.





