JAKARTA-–LRT Jakartam anak usaha BUMD DKI, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menawarkan peluang usaha baru bagi pelaku UMKM dengan lokasi seputaran stasiun.
Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi karena ada peluang besar untuk bangkit dari dampak pandemi Covid-19.
Direktur Utama LRT Jakarta Wijanarko menyampaikan, stasiun yang ada di LRT sangat memungkinkan untuk pemasangan tenant atau bisa dikreasikan untuk mendorong perutmbuhan ekonomi di sekitarnya.
“Perkeretaapian perkotaan bisa menjadi salah satu bidang UMKM atau usaha mikro kecil,” kata Wijanarko dalam diskusi peluang usaha kreatif di Jakarta, Jumat (27/8).
LRT Jakarta beroperasi sejak 1 Desember 2019 dengan enam stasiun yang dilalui mulai Pegangsaan Dua di Kelapa Gading, Jakarta Utara hingga Velodrome di Jakarta Timur dengan total jarak 5,8 kilometer.
“Kami bermaksud untuk menjaring komunitas UMKM yang ada di sekitaran wilayah Jakarta agar bisa bangkit bersama dengan LRT di tengah pandemi untuk meningkatkan perekonomian dengan aset yang kami miliki,” tambahnya,
Sementara pada kesempatan yang sama Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius mengatakan beragam bisnis sektor transportasi di antaranya kios serba ada.
Selain itu, kios sehat, restoran dan jajanan, elektronik, toko oleh-oleh, kebutuhan hiburan keluarga, tur dan perjalanan, toko fesyen hingga toko koper.
Beberapa jenis usaha tersebut merupakan bagian dari sektor ekonomi kreatif.Berdasarkan data Opus Creative Economy Outlook 2020, sektor ekonomi kreatif Indonesia diperkirakan mampu menyumbang hingga Rp1.100 triliun ke Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Sumbangan terbesarnya berasal dari tiga subsektor industri ekonomi kreatif, yaitu kuliner, fesyen, dan kriya (kerajian).Adapun salah satu sub sektor ekonomi kreatif yang tumbuh di tengah pandemi adalah perdagangan daring atau e-commerce.
Sementara itu, penyumbang PDB terbesar adalah kuliner sebesar 41,6 persen, fesyen sebesar 18,1 persen dan kriya 15,7 persen berdasarkan hasil survei khusus ekonomi kreatif oleh Bekraf dan BPS pada 2016.





