hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Daerah  

LPPM USK Ungkap 70 Persen Produksi Kopi Gayo untuk Pasar Ekspor

BANDA ACEH— Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh mengungkapkan  Kopi Gayo merupakan salah satu contoh produk Indikasi Geografis Indonesia yang pertama diakui pasar global, khususnya pasar Eropa.

Untuk itu LPPM USK mengingatkan  Pemerintah Aceh melalui dinas/instansi terkait senantiasa memberikan perhatian bagi pengembangan Indikasi Geografis kopi gayo.

Ketua Tim Peneliti dari Pusat Riset Kopi dan Kakao Aceh LPPM USK Prof. Dr Ir Abubakar Karim, MS mengatakan selain harus dirawat, dijaga, pihak pemerintah terus menerus melakukan pembinaan kepada petani yang mengusahakannya.

“Ini penting untuk keberlanjutan produksi, pasar dan kesejahteraan petani akan tercapai,” ujar Abubakar  pada acara ekspose kegitan  penyusunan dokumen kajian produksi dan rantai pasok Kopi Arabika pada 3 kabupaten (Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues) di Aula Distanbun Aceh, Kamis (9/12/21)

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara Distanbun Aceh dengan Pusat Riset Kopi dan Kakao LPPM – USK yang dihadiri Sekretaris Distanbun Azanuddin Kurnia, SP., MP dan tim ahli juga peserta dari kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues.

Menurut Prof Abu panggilan akrabnya menyebutkan, permasalahan yang dihadapi Aceh dalam hal perkopian ini, banyaknya masuk kopi luar ke Aceh, terutama Kopi Robusta dari sentra penghasil Robusta Nasional yakni Lampung, Sumatera Selatan dan daerah lainnya.  

Hingga saat ini lanjut Prof Abu yang juga pakar kopi, para penikmat lokal kopi di Aceh masih dominan mengkonsumsi kopi Robusta. Sebagian besar warung kopi di Aceh masih menggunakan Robusta untuk kopi saring 

Bila suatu saat masuknya kopi luar ini ke Aceh bisa juga berakibat buruk terhadap kualitas kopi di Aceh, terutama kopi Arabika Gayo, karena ada peluang kopi Gayo akan dicampur dengan kopi yang masuk dari luar tersebut.

Dia mengungkapkan, sekitar 70 persen kopi Arabika Gayo diekspor ke pasar dunia seperti USA dan Eropa, dan sekitar 30 persen dari total produksi kopi Arabika Aceh digunakan untuk diracik menjadi kopi modern konsumsi lokal Aceh dan nasional (Ekspresso Coffee). Ini bermakna bahwa kebutuhan warung kopi masih didominasi konsumsi kopi Robusta. 

 “Sehingga masih terbuka peluang besar bagi Aceh untuk revitalisasi kopi Robusta Tangse dan Pidie, yang merupakan kopi spesialty Robusta Aceh. Semoga saja hal ini menjadi perhatian dan mendapat suport dari Pemerintah Aceh dan para pegiat kopi untuk pengembangan kopi Robusta Aceh ke depan,” pungkasnya.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate