hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Berita  

Tak Sekadar Gelontorkan Dana, LPDB Kawal Koperasi Merah Putih dari Hulu ke Hilir

Tak Sekadar Gelontorkan Dana, LPDB Kawal Koperasi Merah Putih dari Hulu ke Hilir
Tak Sekadar Gelontorkan Dana, LPDB Kawal Koperasi Merah Putih dari Hulu ke Hilir, kata Dirut LPDB Krisdianto/dok.humas

PeluangNews, Jakarta – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menegaskan bahwa perannya tidak hanya sebatas menyalurkan pembiayaan bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Lebih dari itu, LPDB turut memastikan kesiapan ekosistem kelembagaan hingga infrastruktur pendukung di daerah agar program berjalan optimal.

Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, menjelaskan dukungan tersebut diwujudkan melalui pengawasan intensif dan peninjauan langsung di lapangan, seiring KDKMP yang kini memasuki tahap operasional.

Pemantauan ini, ungkap Krisdianto dalam keterangan persnya, meliputi berbagai aspek penting, mulai dari progres pembangunan fisik KDKMP, kesiapan tim verifikasi dan validasi di daerah, hingga dukungan pemerintah daerah dalam membentuk koperasi sekunder. Koperasi sekunder ini nantinya berperan sebagai penghubung sekaligus pusat distribusi di masing-masing wilayah.

Baca Juga: Gerakan Koperasi Merah Putih: Jangan Ulangi Pola Top-Down, Belajarlah dari Saemaul Undong

Sejumlah daerah strategis telah menjadi fokus monitoring, di antaranya Bali dengan 7 KDKMP, Kalimantan Barat 14 unit, Kalimantan Timur 10 unit, serta Kalimantan Tengah 1 unit.

Dalam upaya memastikan penyaluran dana bergulir tepat sasaran, LPDB juga mengadopsi inovasi melalui sistem Innovative Credit Scoring (ICS). Teknologi ini terintegrasi dengan platform Simkopdes untuk mempercepat proses analisis kelayakan pembiayaan secara lebih objektif dan berbasis data.

Penerapan ICS dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat transparansi sekaligus menekan risiko dalam penyaluran dana. Krisdianto menekankan bahwa transformasi skema pembiayaan menjadi kunci keberhasilan KDKMP sebagai penggerak ekonomi desa.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Pakansari Resmi Dibangun: Proyek Percontohan Koperasi Modern

Ia memastikan setiap penyaluran dana dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, serta berbasis data. Dengan integrasi ICS, proses pembiayaan tidak hanya menjadi lebih cepat, tetapi juga lebih aman dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya sinergi antara LPDB, pemerintah daerah, dan koperasi sekunder. Menurutnya, KDKMP tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan ekosistem yang kuat.

Kehadiran koperasi sekunder sebagai agregator dinilai krusial untuk menghubungkan rantai produksi dan distribusi. Dalam hal ini, LPDB berkomitmen memastikan seluruh ekosistem tersebut berjalan efektif melalui dukungan pembiayaan yang tepat dan berkelanjutan. (Aji)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate