
PeluangNews, Bandung – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mencatat perputaran uang dari sektor pariwisata selama libur Lebaran 2026 mencapai sekitar Rp31,6 miliar.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bandung, Wawan A. Ridwan, di Bandung, Jumat (3/4/2026), menyampaikan bahwa angka tersebut berasal dari total 146.564 kunjungan wisatawan, dengan rata-rata pengeluaran sekitar Rp215 ribu per orang.
“Total perputaran uang mendekati Rp31,65 miliar, dihitung dari rata-rata belanja wisatawan sebesar Rp215 ribu per orang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, nilai tersebut merupakan estimasi pengeluaran langsung wisatawan untuk kebutuhan seperti konsumsi, oleh-oleh, dan keperluan lain di destinasi wisata. Angka itu belum mencakup biaya penginapan maupun tiket masuk objek wisata.
“Perhitungan ini belum memasukkan biaya akomodasi dan tiket, sehingga potensi riilnya bisa lebih tinggi,” katanya.
Baca Juga: Imlek Dongkrak UMKM, Makanan-Minuman Jadi Primadona Jelang Ramadan dan Lebaran
Selain itu, tingkat okupansi akomodasi di kawasan wisata juga mengalami peningkatan selama periode libur Lebaran, yakni sekitar 30 hingga 40 persen.
“Kami memantau sekitar 15 titik, dan tingkat hunian hotel, glamping, hingga resort menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan,” jelasnya.
Meski demikian, rata-rata lama tinggal wisatawan di Kabupaten Bandung masih berada di angka 1,5 hari. Durasi tersebut lebih rendah dibandingkan Kota Bandung yang mencapai 2 hingga 3 hari.
Pemerintah daerah menilai capaian ini mencerminkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian lokal, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan durasi kunjungan dan kualitas layanan wisata.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bandung berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas destinasi serta memperkuat promosi, guna mendorong peningkatan lama tinggal dan belanja wisatawan. (Aji)






