JAKARTA—Ungkapan buah jatuh tak jauh dari pohonnya, juga berlaku bagi Lia Ellyhan ketika memutuskan terjun ke bisnis perhiasan mutiara. Mulanya hanya melanjutkan bisnis ibunya Ellyza Irjanti yang merupakan pengusaha perhiasan, dengan menjadi distributor mutiara air laut di berbagai mal, event bazaar dan staal semi permanen.
“Kemudian karena banyaknya permintaan untuk varian lain, kami menambahkan mutiara air tawar dan batu asli,” kata Lia kepada Peluang, melalui WhatsApp, Jumat (2/10/20).
Pada 2014, Lia kemudian mengembangkan brandnya sendiri Ellyhan Jewelry melalui Indonesia Fashion Forward Program oleh Jakarta Fashion Week (JFW) dan Dekranasda.
“Kami mendapatkan mentoring dari London College of Fashion selama tiga tahun untuk merilis suatu line perhiasan tematik yang mengusung cerita-cerita lokal indonesia pada khususnya dan gloabal pada umumnya,” papar Lia.
Koleksi pertamanya dirilis di Jakarta Fashion Week 2016 dengan mengangkat tema carita kuno dari Betellyzawi mengenai Singa Betina dari Marunda. Karena ceritanya sendiri mengenai jagoan wanita yang kuat dan berani , maka koleksinya perhiasannya pun bold dan statement pieces.
“Dari situ kami merilis koleksi tematik pertahunnya , dengan kisaran 12 varian set perhiasan per koleksi,” imbuhnya.
Harga perhiasan Ellyhan Jewelry berkisar dari Rp300.000 hingga Rp10.000.000 dan kami pun melayani permintaan bespoke (dipesan lebih dahulu). Omzet per bulan sebelum pandemi adalah sekitar Rp30.000.000
Sebagai catatan Ellyhan Jewelry sudah melalang buana ke ajang Hongkong Fashion Week sebagai Exibitor. Perhiasan permata dari Indonesia Timur yang dikelola Lia sangat diterima oleh selera masyarakat luar negeri (van)








