hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Lentera Gentur Cianjur, Pasarnya Menembus Malaysia

CIANJUR—-Cianjur pernah punya ulama kharismatik bernama Abdullah Bin Noeh  yang juga pejunag  kemerdekaan di Bogor (1905-1987).  Ketika ada acara keagamaan hingga ziarah menggunakan lentara yang mirip digunakan di Maroko dan Turki. Lentera ini dibuta di Desa Gentur, Kabupaten Cianjur.

Lentera  ini terbuat dari kaca dan kuningan, kemudian berkembang memiliki banyak model dengan fungsi yang berbeda,  mulai dari lampu hias, lentera hias, terrarium, boks cincin, boks mahar dan seserahan.

Salah seorang perajin yang menghidupkan ikon daerahnya ialah, seorang Guru Agama Islam di sebuah SMK di Cianjur bernama Irfan Dinul Kholis.  Dia mendirikan usaha ini pada 2017 dengan sistem penjualan secara daring, dengan sebagian pelanggannya datang dari pelaku usaha wedding organizer dan home decoration.

Lentera model Timur Tengah dibandroll antara Rp1,1 ingga Rp1,2 juta. Sementara produk lain boks cincin dijual Rp40 ribu-an  hingga boks mahar Rp400 ribu.

“Alhmadullilah sambutan pasar cukup baik hingga keluar daerah, bahkan sampai Malaysia, Singapura dan Philipina, “ ujar Irfan ketika dihubungi Peluang, Rabu (9/6/21).

Pria kelahiran 1991 ini menyebut omzet rata-rata sebulan berkisar Rp80 juta. Namun penjualan keluar negeri masih sedikit.

Saat ini dia punya dua galeri, yang satu di kawasan Ciranjang dan yang satu lagi di Warung Kondang, dengan diperkuat lima perajin dan empat pegawai bidang administrasi, finishing hingga packing.

“Kami masih sulit melakukan ekspor karena ongkos kirim yang mahal dan untuk ke negara seperti Australia dan Eropa  harus ada regsiter resmi,” ungkap alumni UIN Sunan Gunung Jati, Bandung, Jurusan Pendidikan Agama Islam ini.

Ke depan, Irfan yang kini tergabung dalam Karya Kreatif Jawa Barat ini  juga berencana membuat galeri yang lebih memadai dan kalau bisa menjajaki pasar luar negeri lebih luas (Irvan).

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate