hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Lebaran Betawi 2026 Digelar 10–12 April, Dongkrak UMKM dan Ekonomi Jakarta

Lebaran Betawi 2026 Digelar 10–12 April, Dongkrak UMKM dan Ekonomi Jakarta
Ketua Umum (Ketum) Badan Musyawarah (Bamus Betawi) Riano P. Ahmad/dok.humas bamus

PeluangNews, Jakarta — Perhelatan Lebaran Betawi 2026 yang akan berlangsung pada 10–12 April di Lapangan Banteng diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Ibu Kota.

Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, Riano P. Ahmad, mengatakan ajang tahunan ini tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui peningkatan transaksi selama kegiatan berlangsung.

“Lebaran Betawi bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama UMKM yang terlibat dalam bazar dan aktivitas pendukung lainnya,” ujar Riano di Jakarta, Ahad (6/4/2026).

Menurut dia, penyelenggaraan tahun ini yang merupakan edisi ke-18 dirancang dengan konsep yang lebih adaptif dan menarik, guna meningkatkan partisipasi publik sekaligus memperluas dampak ekonomi. Panitia menargetkan sekitar 20.000 pengunjung, termasuk wisatawan domestik dan mancanegara.

Dengan jumlah pengunjung tersebut, potensi perputaran uang selama tiga hari pelaksanaan dinilai cukup signifikan, terutama dari sektor kuliner, kerajinan, dan produk kreatif khas Betawi yang dipasarkan melalui bazar UMKM.

Lebaran Betawi sendiri merupakan agenda tahunan yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Bamus Betawi dan Majelis Kaum Betawi. Kegiatan ini telah berlangsung sejak 2008 dan secara konsisten menjadi salah satu kalender event budaya yang mampu menarik minat wisatawan.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menegaskan bahwa penguatan sektor budaya melalui event seperti Lebaran Betawi memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga: Pascalebaran Waspadai Ancaman Kesehatan Naik, Dompet Menipis

“Event budaya seperti ini memiliki efek berantai terhadap ekonomi, mulai dari peningkatan kunjungan wisata, konsumsi masyarakat, hingga peluang usaha bagi pelaku UMKM,” kata Uus.

Ia menambahkan, Lebaran Betawi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat positioning Jakarta sebagai kota global berbasis budaya lokal.

Selama tiga hari pelaksanaan, pengunjung akan disuguhkan berbagai atraksi kesenian tradisional seperti ondel-ondel, pencak silat, dan lenong Betawi. Selain itu, festival kuliner khas Betawi menjadi daya tarik utama yang diperkirakan mampu mendorong transaksi langsung antara pelaku usaha dan pengunjung.

Rangkaian kegiatan akan dimulai pada Jumat (10/4) dengan doa bersama, pengajian, dan tausiah. Hari kedua, Sabtu (11/4), diisi dengan pertunjukan seni budaya hingga malam hari. Sementara pada Minggu (12/4), acara ditutup dengan karnaval budaya, prosesi hantaran, serta kegiatan senam massal.

Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Fauzi Bowo, menilai keberlanjutan tradisi Lebaran Betawi memiliki nilai strategis, tidak hanya dalam menjaga identitas budaya, tetapi juga dalam memperkuat ekonomi berbasis komunitas.

“Pelestarian tradisi ini sekaligus menjaga ekosistem sosial dan ekonomi masyarakat Betawi. Ada nilai kebersamaan sekaligus peluang ekonomi yang tumbuh dari kegiatan ini,” ujarnya.

Pemilihan Lapangan Banteng sebagai lokasi acara juga dinilai strategis karena berada di pusat kota dan mudah diakses, sehingga berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan. Selain itu, statusnya sebagai ruang publik ikonik turut memperkuat daya tarik event bagi wisatawan.

Dengan kombinasi antara kekuatan budaya dan potensi ekonomi, Lebaran Betawi 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga katalis bagi pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan di Jakarta. (Aji)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate