hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

KUR Masuk Kampus: Gubernur NTT Gandeng Undana Dorong Mahasiswa Jadi Wirausaha

KUR Masuk Kampus: Gubernur NTT Gandeng Undana Dorong Mahasiswa Jadi Wirausaha
Rektor Undana Prof. Jefri S. Bale (kiri) menyerahkan cinderamata kepada Gubernur NTT Melki Laka Lena usai pertemuan di Kupang/dok.Humas Undana

PeluangNews, Kupang – Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menggagas program “KUR Masuk Kampus” bersama Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang sebagai upaya memperluas akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi mahasiswa dan alumni untuk kegiatan produktif serta kewirausahaan.

Dalam audiensi bersama Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, dan jajaran pimpinan kampus di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Melki mendorong Undana menjadi proyek percontohan penyaluran KUR di lingkungan perguruan tinggi. Langkah ini dinilai penting agar generasi muda memperoleh akses pembiayaan usaha yang legal, terarah, dan terhindar dari praktik pinjaman ilegal.

“Kita ingin KUR benar-benar masuk kampus supaya anak muda memiliki jalur aman untuk memulai usaha tanpa terjerat pinjaman ilegal,” ujarnya di Kupang, Senin (23/2/2026).

Menurut Melki, kolaborasi pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam menggeser paradigma ekonomi masyarakat dari pola konsumtif menuju produktif. Ia juga menekankan pentingnya dukungan akademik dalam mengkaji persoalan kemiskinan dan stunting di NTT. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, angka kemiskinan di NTT menurun dari 19 persen menjadi 17,5 persen, namun prevalensi stunting masih menjadi tantangan serius.

“Secara akademik perlu ditelusuri kembali akar masalahnya. Undana diharapkan mampu mengidentifikasi persoalan mendasar dan merumuskan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah,” katanya.

Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, menyatakan kesiapan kampus mendukung program tersebut melalui penguatan literasi kewirausahaan serta integrasi program hilirisasi di sektor peternakan, kelautan, dan pertanian. Ia menegaskan komitmen Undana untuk membangun sistem pengelolaan usaha berbasis riset, sehingga mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja.

Baca Juga: Disrupsi AI Tak Bisa Dihindari, Menaker Yassierli: Serikat Pekerja Wajib Upskilling

Pertemuan itu juga menyoroti menurunnya minat generasi muda terhadap sektor agraris. Dekan Fakultas Sains dan Teknik Undana, Prof. Philiphi de Rozari, menilai diperlukan narasi baru untuk membangkitkan kebanggaan menjadi petani dan nelayan.

“Kita harus membangun narasi bahwa menjadi petani adalah profesi mulia yang memberi makan bangsa. Generasi muda yang kreatif perlu didorong bangga dengan identitas tersebut, terlebih jika didukung teknologi dan akses modal yang memadai,” ujarnya.

Ia menambahkan, sektor pertanian dan perikanan berpotensi menjadi pilihan usaha yang menjanjikan apabila ditopang teknologi, pembiayaan, serta ekosistem bisnis yang kuat.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi NTT dan Undana sepakat membentuk forum kolaborasi yang melibatkan akademisi, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya guna mendorong pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di daerah tersebut.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate