Kendati usia gerakan koperasi kini sudah 75 tahun, namun pertumbuhan secara kualitatif bisa dibilang masih jalan di tempat. Secara kuantitatif memang menggembirakan, tetapi jujur saja, koperasi belum bisa menjadi kendaraan utama perekonomian Indonesia.
Fakta di lapangan, tak banyak koperasi yang benar-benar dikelola dengan manajemen yang baik. Yang banyak justru koperasi yang bahkan gagal untuk menyelenggarakan RAT yang jadi jiwa dari kegiatan perkoperasian itu sendiri.
Kita menyadari bahwa bisnis koperasi masih dilirik sebelah mata, pemberi pekerjaan akan lebih merasa nyaman bila yang mengerjakan proyeknya adalah sebuah PT (Perseroan Terbatas) walaupun orang yang mengerjakan sama sekalipun.
Asumsi bisnis koperasi tidak profesional juga tidak salah, karena memang masih banyak koperasi dikelola seadanya, sehingga mengurangi kepercayaan para pemilik proyek umumnya. Jadi kuncinya adalah profesionalisme dan transparansi. Sejatinya, koperasi memang harus dapat mengakomodasi perkembangan teknologi yang berubah dengan cepat dan modern. Saya dengar pemerintah kini sedang menggodok RUU Koperasi yang baru dengan melibatkan sejumlah pegiat perkoperasian. Saya berharap, UU yang baru nanti dapat memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang bergabung menjadi anggota koperasi dengan mencantumkan sanksi pidana tegas bagi pengurus koperasi yang menyalahgunakan kepercayaan anggotanya untuk kepentingan diri sendiri.
Selain itu masa jabatan pengurus koperasi juga perlu diatur, untuk memberikan ruang dan mendorong terjadinya regenerasi bagi pengurus koperasi. Terlebih di era digitalisasi saat ini yang menuntut kemampuan mengoptimalkan teknologi digital dalam mengelola usaha. Sudah saatnya bagi gerakan koperasi untuk menggelar event yang dapat melibatkan generasi muda, sehingga mereka bisa mengenal koperasi sejak awal.
Di koperasi kami, Tankers Pertamina Perkapalan (KopTank), melibatkan sejumlah kaum muda profesional sudah sejak lama dilakukan. Karena kami sadar, pertumbuhan koperasi yang baik butuh penyegaran manajemen yang terus menerus. Itu sebabnya secara kontinyu kita mengikuti perkembangan dan peluang bisnis saat ini agar dapat membangun koperasi yang lebih adaptif terhadap perubahan.
Sebagai contoh, di masa pandemi dan perang Rusia-Ukraina saat ini, kegiatan bisnis migas menjadi lebih terbuka dan go internasional (harga migas naik tinggi dan migas dari negara eksportir kecil pun diperebutkan). Menyikapi kondisi ini, maka KopTank juga mengembangkan bisnisnya dengan menggandeng mitra produsen peralatan kapal internasional yang handal dan profesional (antara lain: menggadeng mitra produsen filter minyak dari Jerman serta produsen peralatan Ballast Water Management System dari Korea dan China), sehingga diharapkan KopTank bisa kembali meningkatkan revenue nya.
Tahun ini kita berharap pandemi benar-benar usai sehingga ekonomi bisa Kembali pulih. Pengalaman di tahun 2021 lalu merupakan tahun terberat bagi KopTank dimana kinerja kami anjlok dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kondisi 2022 diharapkan membaik seiring dengan beberapa perubahan manajerial yang kami lakukan. (Irm)





