Jakarta — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menghadirkan ‘Global Diaspora Week’ sebagai upaya meningkatkan peran diaspora bagi Tanah Air.
Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi membeberkan sektor otomotif, fesyen, pangan, dan perhiasan berpotensi digarap oleh UMKM lokal demi menembus pasar negeri sakura tersebut.
Dia menyebutkan diaspora yang berada di Jepang pun berperan penting dalam mempromosikan produk UMKM, sehingga lebih dikenal.
“Kalau di Jepang, usaha mikro memang agak susah. Tetapi yang menengah banyak dan punya kesempatan berkembang. Salah satu produk UMKM yang sudah berhasil yakni ekspor batik, yang meningkat 300%,kemudian perhiasan dan mutiara angkanya melewati US$ 45 juta dolar,” kata Heri, Jumat (22/4/2022).
BNI menyediakan beragam layanan solusi keuangan yang dapat digunakan bagi pengembangan bisnis diaspora dan UMKM di Jepang.
Produk lain yang jadi andalan adalah kiriman uang, yang biasanya tidak digarap oleh bank-bank di Jepang.
BNI memiliki dua produk yakni BNI Remittance Card adalah kartu khusus untuk menyetor tunai kiriman uang termasuk biaya kiriman uang untuk transfer ke luar negeri. Kemudian, express transfer yang ditujukan untuk korporasi.
Sementara itu General Manager BNI Jepang Yudhi Zufrial mengatakan BNI di Jepang telah hadir sejak 53 tahun yang lalu, dengan berbagai solusi keuangan. BNI Tokyo melayani pembukaan rekening diaspora saving, sehingga bisa membuka tabungan mata uang rupiah.
“Kami juga memiliki diaspora lending, dan sudah ada beberapa nasabah yang mendapatkan fasilitas ini. Ke depannya akan lebih banyak diaspora yang bisa memanfaatkan fasilitas ini,” kata Yudhi, Jumat (22/04/2022)
BNI Tokyo juga memiliki currency settlement, untuk mendorong transaksi ekspor dan impor Indonesia Jepang. Dengan begitu importir dan eksportir bisa langsung bertransaksi lewat yen dan rupiah dengan rate yang bersaing.





