
PeluangNews, Tangerang-Pascapandemi Covid-19 menjadi fase penting bagi Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Abdi Kerta Raharja (AKR).
Perlahan tapi pasti, koperasi ini menunjukkan kebangkitan. Hingga 2025, realisasi Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Kerja (RAPBK) telah mencapai sekitar 80 persen, seiring dengan kondisi koperasi yang terus membaik dari tahun ke tahun.
Ketua KSPPS Abdi Kerta Raharja, Farida, mengatakan bahwa masa pemulihan ini dimanfaatkan untuk memperkuat pondasi koperasi, bukan sekadar mengejar pertumbuhan cepat.
“Alhamdulillah, pasca-Covid perkembangan koperasi terus membaik. Sekarang kami fokus mempertahankan dan memperbaiki kualitas, baik kualitas pengelolaan maupun kualitas anggota,” kata Farida, kepada PeluangNews, usai acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2025 KSPPS Abdi Kerta Negara, di Tangerang, Banten, Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, pandemi menjadi ujian berat sekaligus proses seleksi alami bagi anggota koperasi. Anggota yang bertahan adalah mereka yang memiliki pemahaman dan komitmen terhadap koperasi.
“Koperasi itu kekuatannya ada di anggota. Di masa sulit kemarin, yang tersisa adalah anggota-anggota yang solid dan sudah teruji. Ini justru membuat koperasi lebih sehat,” ujarnya.
Sekretaris Menteri Koperasi Ahmad Zabadi turut mengapresiasi keberhasilan KSPPS AKR yang sanggup bertahan pascapandemi Covid-19.
“Saya mengapresiasi KSPPS AKR yang bisa menyelesaikan badai dan tidak ada masalah keuangan. Dengan 30 ribu anggota didalamnya, merupakan suatu model besar, yang perlu diingat kita mendapat orang-orang terbaik, solid, dan mencintai koperasi. Apalagi koperasi ini berbentuk syariah,” ungkap Zabadi.
Sebagai bentuk penguatan, KSPPS AKR secara konsisten menjalankan pendidikan perkoperasian. Setiap pekan, anggota mendapatkan materi edukasi melalui video singkat dan pendampingan langsung oleh petugas koperasi, agar pemahaman tentang menabung, pembiayaan, dan kepemilikan koperasi semakin kuat.
Hasilnya mulai terlihat. Salah satu capaian paling menonjol pada 2025 adalah peningkatan simpanan anggota yang terus menanjak. Total simpanan kini hampir menyentuh angka Rp43 miliar, jauh meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp30 miliar.
“Sejak pasca-Covid, simpanan tidak pernah turun. Tahun ini totalnya sekitar Rp42,9 miliar. Alhamdulillah terus meningkat,” jelas Farida.
Ia menilai, simpanan menjadi cara bagi anggota untuk lebih disiplin mengelola keuangan keluarga.
“Kalau uang dipegang sendiri sering habis. Dengan menabung di koperasi, anggota punya perencanaan keuangan yang lebih terjaga,” tuturnya.
KSPPS AKR juga dikenal memiliki beragam produk simpanan yang dekat dengan kebutuhan anggota, mulai dari simpanan sukarela, simpanan Idul Fitri, simpanan kurban dan akikah, simpanan haji dan umrah, hingga simpanan masa depan dan simpanan berjangka. Dari semuanya, simpanan Idul Fitri atau Si Fitri menjadi yang paling diminati.
“Si Fitri itu paling favorit. Ada anggota yang simpanannya sampai Rp12 juta. Tidak ada potongan, malah dapat hadiah,” imbuhnya.
Uniknya, hadiah tersebut tidak berupa uang tunai, melainkan barang sesuai permintaan anggota.
“Ada yang minta ban motor, beras, sirup, mi instan, bahkan semen. Itu jadi hiburan dan kebahagiaan sendiri buat anggota,” tambahnya sambil tersenyum.
Selain mengelola simpanan dan pembiayaan, KSPPS AKR juga aktif menjalankan program sosial, khususnya di bidang pendidikan. Mulai dari beasiswa tahfiz Al-Qur’an, pendidikan paket kesetaraan, hingga pendidikan sarjana melalui kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah.
“Ada anggota atau anak anggota yang kuliahnya kami bantu, bahkan ada yang gratis. Tentu dengan syarat, salah satunya kondisi ekonomi yang memang membutuhkan,” jelas Farida.
Ke depan, Farida berharap anggota dan masyarakat semakin memahami makna koperasi sebagai usaha bersama, sehingga koperasi bisa tumbuh dari kekuatan internal tanpa ketergantungan pada modal luar.
“Kalau anggota paham koperasi, mereka akan merasa memiliki dan ingin membesarkannya. Harapan saya, koperasi ini benar-benar bisa berdiri di kaki sendiri, dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota,” pungkasnya.








