dokter keuangan
pasang iklan media online

KSP Lombok Sejati NTB Belasan Tahun Tumbuh Bersama LPDB-KUMKM

KSP Lombok Sejati NTB Belasan Tahun Tumbuh Bersama LPDB-KUMKM/Dok. Ist

Peluang News, Jakarta – Kehadiran Koperasi Simpan Pinjam (KSP) kerap dinilai menjasi suatu alternatif dari pembiayaan di luar perbankan yang dianggap lebih ramah dan dekat dengan masyarakat.

Namun, standar usaha tetap dibutuhkan agar koperasi mampu bersaing dan berkembang seperti layaknya perbankan dengan membuat suatu sistem pengawasan, penataan, pembenahan, serta kemampuan SDM yang ahli di bidangnya.

Mengenai hal ini, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan, pembenahan, dan pengawasan hingga saat ini.

Hal ini dikarenakan KemenkopUKM merupakan lembaga negara yang membidangi urusan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (KUMKM).

Oleh sebab itu, KemenKopUKM mengemban fungsi dan tanggung jawab penting bagi kemajuan dan masa depan KUMKM di tanah air.

Dari sisi permodalan, KemenkopUKM memiliki satuan kerja yang bertugas menyalurkan pinjaman atau pembiayaan kepada koperasi dan UMKM, yaitu Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM).

LPDB-KUMKM menggelontorkan dana bergulir ditujukan untuk meningkatkan ekonomi rakyat dan memberikan suku bunga yang lebih murah dibandingkan lembaga keuangan atau pembiayaan lainnya.

Selain itu, dana bergulir yang disalurkan LPDB-KUMKM kepada KUMKM juga berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan peruntukkannya harus dipertanggungjawabkan kepada negara.

Sebagai salah satu penerima manfaat dana bergulir LPDB-KUMKM, yaitu KSP Lombok Sejati NTB menyampaikan, pihaknya merasa percaya dan puas terhadap layanan LPDB-KUMKM yang telah diberikan sejak 2009.

Bahkan, ketua KSP Lombok Sejati NTB, Suyitno mengatakan, kepercayaan dan kepuasan terhadap layanan LPDB-KUMKM ini menjadi alasan pihaknya mau bermitra dengan LPDB-KUMKM.

“Mulai pulihnya sektor ekonomi pasca pandemi Covid-19, serta banyaknya usaha anggota yang terdampak menyebabkan tingginya kebutuhan anggota akan tambahan modal usaha dengan tarif bunga rendah,” kata Suyitno dalam keterangannya yang diterima Peluang News, Kamis (28/3/2024).

“Oleh sebab itu, apabila KSP Lombok Sejati NTB masih diberi kepercayaan untuk mengelola dana bergulir bagi anggota di tahun mendatang, maka kami akan berkomitmen untuk terus amanah mengelolanya,” imbuhnya.

Ia menjelaskan bahwa selain bersinergi dengan LPDB-KUMKM untuk mendukung pelayanan dan mengembangkan produk-produk yang ada, pihaknya juga bersinergi dengan mitra perbankan dan Induk Koperasi Simpan Pinjam (IKSP).

Menurutnya, koperasi mendapatkan bimbingan dan arahan dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lombok Barat, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB Bidang Pengembangan Kelembagaan, serta Kementerian Koperasi dan UKM.

Dengan adanya berbagai bantuan maupun arahan tersebut, ia berharap agar koperasi dapat mampu memberikan kontribusi positif bagi peningkatan layanan yang lebih sehat, mandiri, tangguh, dan berdaya saing.

“Tak hanya itu, koperasi juga berharap dapat lebih maju, berkembang, dan mampu memberi manfaat besar bagi masyarakat terutama untuk kesejahteraan dari para anggotanya,” ucap Suyitno.

“Apalagi, pelayanan LPDB-KUMKM sangat berkesan, karena kami selalu dibantu dan diarahkan khususnya saat kekurangan likuiditas untuk pengembangan usaha. Selama 14 tahun bersinergi dengan LPDB-KUMKM, KSP Lombok Sejati NTB dapat bertahan hingga saat ini tidak bisa dipungkiri berkat adanya kerja sama yang baik dengan LPDB-KUMKM,” tambahnya.