hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

KSP KOPDIT PINTU AIR LUNCURKAN GARAM CAP PINTU AIR PADA HUT KE 26

Kehadiran industri garam akan memberi dampak berganda pada perekonomian anggota dan masyarakat. Produksi garam juga semakin memperkuat penetrasi koperasi dalam menggerakkan sektor riil.

Pengurus menjadikan peringatan HUT ke 26 KSP Kopdit Pintu Air pada 1 April lalu sebagai momentum untuk memperkuat sektor riil dengan meluncurkan Garam Konsumsi Beryodium Cap Pintu Air. Peluncuran produk baru ini untuk memenuhi kebutuhan anggota dan masyarakat sekaligus memanfaatkan kearifan lokal Kabupaten Sikka yang memiliki garis pantai sekitar 376 km.

Ketua KSP Kopdit Pintu Air Yakobus Jano dalam sambutan peringatan HUT ke 26 mengingatkan agar seluruh komponen mulai dari pengurus, pengawas serta manajemen jangan menelantarkan Nelayan, Tani, Ternak dan Buruh (NTTB). “Jangan menelantarkan mereka namun beri apa yang mereka butuhkan,” ungkap Jano

Peluncuran produk Garam Cap Pintu Air merupakan salah satu bentuk pemberdayaan kelompok nelayan. Didukung dengan potensi alam yang melimpah, Pengurus yakin produksi garam ini akan menjadi pembangkit perekonomian masyarakat khususnya di Kabupaten Sikka.

Kopdit Pintu Air yang kini beranggotakan sebanyak 287.053 orang ini tercatat merupakan lembaga yang diandalkan menjadi penggerak perekonomian daerah setempat. Kebijakan spin off yang didorong sejak beberapa tahun terakhir semakin memperkuat penetrasi koperasi di ranah ekonomi kerakyatan.

Sampai saat ini, KSP Kopdit Pintu Air telah bergerak di 8 sektor rill melalui anak-anak usahanya. Rincian kedelapan anak usaha yang bergerak di sektor riil tersebut yaitu:

  1. PT. Pintu Air Asia, bergerak di usaha Swalayan dan Minyak Kelapa,
  2. PT. Pintar Asia Jaya, bergerak di Jasa Angkutan Darat,
  3. PT. Pintar Asia Resort, bergerak di Pintar Asia Beach dan Restoran,
  4. PT. Garam Pintar Asia, bergerak di produksi garam
  5. PT. Pintar Sumber Energi, bergerak di usaha SPBU dan SPDN,
  6. PT. Pintar Media Group, usahanya Percetakan dan Surat Kabar Ekora NTT,
  7. PT. Pintar Agro Foresty dengan jenis usaha Holtikultura
  8. PT. Pintar Sumber Mineral, usahanya air kemasan.

Pada kesempatan yang sama, Manajer PT. Garam Pintar, Ignatius Fabianus Nong, biasa disapa Ifan Parera mengatakan, pihaknya akan membimbing dan memberdayakan anggota Kopdit Pintu Air yang sebagian besar dari NTTB dalam kegiatan industri garam.

“Pintu Air telah menjawab kebijakan Pemprov Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten Sikka dalam pengembangan sektor rill dengan memproduksi Garam Konsumsi Beryodium cap Pintu Air,” ungkap Ifan Parera.

Kehadiran industri garam dapat membantu menggerakkan ekonomi masyarakat Kabupaten Sikka. Ini karena koperasi akan membeli bahan baku garam milik masyarakat atau kelompok binaan dan kemudian menjualnya. Sehingga perputaran roda perekonomian di Kabupaten Sikka akan lebih cepat.

Garam Cap Pintu Air diolah di rumah produksi Dusun Likong Gete, Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT. Proses produksinya memenuhi standar SNI dan dibawah pengawasan BPOM serta dijamin Halal.

“Sarana prasarana di rumah produksi garam ketika dinilai oleh BPOM kita mendapatkan predikat baik dengan nilai A. Ini membuktikan kondisi rumah produksi kita sudah memenuhi 109 kriteria,” tambahnya.

Pilihan Kopdit Pintu Air untuk memproduksi garam selain karena didorong permintaan pasar yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk juga disebabkan ketersediaan bahan baku yang mudah diperoleh.

Pada tahap awal, Kopdit Pintu air akan memproduksi sebanyak 4 ton garam dalam kemasan 300 dos. Untuk harga yang dijual dalam kemasan 20 gram dengan harga Rp875 dan tersedia di Pintu Air Swalayan yang beralamat di Jl. Diponegoro depan SMA Budi Luhur, Kelurahan Kota Uneng kecamatan Alok Kabupaten Sikka sebagai agen tunggal.

Ifan meyakini produk garamnya akan laris manis. Ini karena produknya berkualitas dan harga yang terjangkau. Selain itu, Kopdit Pintu Air juga dikenal sebagai koperasi dengan basis anggota yang loyal. Sehingga produk yang dihasilkan dari koperasi akan didukung oleh anggotanya. 

Seremoni HUT ke 26

Ulang tahun KSP Kopdit Pintu Air ke-26 yang dirayakan melalui misa syukur di aula sumur Yakob dusun Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka pada Jumad 9 April 2021 terkesan istimewa.  Pasalnya pada perayaan itu juga memperingati ulang tahun ke-4 dari satu unit usaha milik PT. Pintar Media Group yaitu Surat Kabar Ekora NTT.

Menurut Jano eksistensi kopdit yang dipimpinnya selama 26 tahun merupakan kerja Tuhan. “Jajaran pengurus dan pengawas serta manajemen hanyalah alat tuhan untuk melayani masyarakat,” tegas Jano.

Pada kesempatan tersebut, Jano juga berpesan kepada pengelola agar tetap kompak dan jujur dalam melaksanakan tugasnya agar Pintu Air dapat hidup 1.000 tahun lagi. “Lembaga ini adalah milik anggota bukan milik pengelola jadi mari kita sama-sama menjaga dan saling mendukung. Ketika ada sesuatu yang membuat anggota merasa kurang nyaman tolong disampaikan agar kami memperbaiki atau menambahkan,” tuturnya.

Acara HUT ke 26 juga dihadiri oleh Wakil Bupati Sikka sekaligus tokoh penggerak Credit Union Kabupaten Sikka yang sudah mendunia yaitu Romanus Woga. Romanus mengungkapkan, bangga kepada KSP Kopdit Pintu Air kerena dapat bertahan hingga genap usia 26 tahun dan juga dapat bertahan di tengah penemi Covid-19.

“Ketika sukses tetap bersyukur, ketika jatuh kita bersyukur, kekayaan dan semangat sejati ada pada rasa bersyukur,” ungkapnya.

Ia juga berpesan kepada KSP Kopdit Pintu Air agar membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh lapisan masyarakat dan juga tetap melayani anggota dengan hati. Dengan begitu, koperasi dapat menjadi alat untuk meningkatkan kesejahteraan anggota.

Ke depan, Kopdit Pintu Air akan terus berinovasi dengan meluncurkan produk dan layanan baru untuk memenuhi kebutuhan anggota dan menggerakkan perekonomian daerah. Ini merupakan upaya nyata dari spin off agar koperasi dapat berbicara lebih banyak dalam sektor ekonomi.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate