hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Kristiawan, “Tukang Insinyur” Olahan Buah dari Malang

MALANG—Kristiawan ini benar-benar seorang “tukang insinyur” yang tahu bagaimana agar komoditas buah di daerahnya bisa dimanfaatkan jadi olahan dengan kualitas yang layak diekspor.

Pria kelahiran 1966 ini menyadari bahwa Kabupaten Malang kaya tidak saja apel, tetapi juga buah lain seperti salak, mangga hingga semangka dan melon.

Berkat pengalamannya menjadi asisten  Prof Dr Sri Kumalaningsih (alm) di laboratorium sebuah universitas swasta di Malang, dia mendapat pengetahuan bagaimana membuat asam sitrat dari sisa ampas singkong, membuat pabrik sayuran kering,konsentrat buah nanas yang dikirim ke negara Australia pernah dipelajarinya selama 2 tahun.

Profesor itu juga yang pada 1993 memperkenalkan dan membeli mesin keripik buah pertama, berkat mesin vacum frying menjadikan pabrik keripik nangka terkenal dan pertama di Indonesia.

Pada 2000, Kristiawan membuat sendiri mesin itu dan bertekad untuk mendirikan wirausaha keripik buah, awalnya apel dan salak dengan modal Rp2 juta.

“Belakangan saya juga membuat keripik semangka, jamur dan melon pada 2008 ketika muncul kompetitor. Sebagai entepreneur, saya tetap harus berkreasi dan berinovasi,” ujar alumni Jurusan Teknologi Pangan Universitas Brawijaya ini ketika dihubungi Peluang, Senin (17/5/21).

Brand yang bernama SoKressh (pasti renyah artinya) mendapat sambutan pasar luar biasa. Dalam sebulan (sebelum pandemi) mampu meraup Rp100 juta per bulan.

Pemasarannya tidak hanya Indonesia, tetapi juga mancanegara, seperti Uni Emirat Arab, Malaysia, Singapura dan Tiongkok.  “Untuk negera yang terakhir ini kami pernah mengekspor satu kontainer,” ungkap Kristiawan.

Dia mengakui pandemi Covid-19 sempat membuat usahanya menurun omzetnya. Karyawan yang tadinya sekira 20 hanya menjadi tiga orang. 

Untuk mensiasatinya, SoKressh bersama empat UKM lainnya dengan produk olahan juga berkolaborasi dan Kristiawan membantu memasarkan.

“Ekspor sementara tidka lagi kita lakukan karena kami kekurangan sumber daya dan modal untuk produksi skala besar secara kontinyu.  Pemasaran menjangkau seluruh Indonesia sudah cukup bagus,” ucap dia.

Ke depan, Kristiawan berencana untuk membuat produk olahan yang dibutuhkan masyarakat dan bukan hanya oleh-oleh lagi, di antaranya olahan ubi jalar. Sekali lagi, entrepreneur tidak hanya sekadar memproduksi produk dan menjualnya, tetapi terus melakukan inovasi.

Untuk itu Kristiawan, benar-benar “tukang insinyur” olahan buah dan tanamn pangan lainnya(Irvan).

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate