banner iklan sticky 160x600px sidebar kiri
banner iklan 160x600 sidebar kanan
Ragam  

KPSP Setia Kawan Nongkojajar Pasuruan

SEJARAH panjang koperasi ini membuktikan konsistensinya pada bisnis intinya, yaitu menjual susu segar dari peternak ke industri pengolahan berbasis susu. Dengan anggota sebanyak 8.252 orang, dan jumlah sapi perah mencapai 20 ribu ekor, Koperasi Peternak Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan Nongkojajar mampu memproduksi susu segar lebih dari 75 ton per hari.

Cikal bakal koperasi ini berawal dari sebuah peternakan sapi perah milik orang Belanda yang berdomisili di Nongkojajar pada 1911. Belakangan usaha itu dilanjutkan dan berkembang di kalangan penduduk lokal dengan mendirikan badan usaha koperasi. Atas insiatif para tokoh Nongkojajar, sejumlah koperasi susu sepakat beramalgamasi. Hasilnya, delapan koperasi primer menjadi satu dengan nama Koperasi Peternakan Lembu Perah  “Setia Kawan”.

Wilayah kerjanya mencakup Kecamatan Tutur Nongkojajar; terdiri dari 12 desa, yakni Wonosari, Gendro Tlogosari, Blarang, Kayukebek, Andonosari, Pungging, Tutur, Kalipucung, Sumberpitu, Ngembal dan Ngadirejo. Produksi susu mereka mulai lancar ketika menjalin kemitraan pemasaran dengan PT Nestle pada 1979. Untuk meluaskan pasar, pada 2014 koperasi ini juga menjual produknya ke PT Indolakto.

Guna meningkatkan produksi susu segar, pengelola koperasi lembu ini meningkatkan kuantitas dan kualitas pakan ternak. Baik berupa penambahan konsentrat pakan ternak alami maupun pakan buatan. Penambahan konsentrat dilakukan dengan mencampur beberapa jenis bahan makanan, seperti bekatul, jagung dan tanaman pakan ternak lainnya. Dengan kondisi fisik dan kesehatan hewan ternak yang prima, produksi susu segar yang dihasilkan bisa diharapkan bakal lebih melimpah. Hingga kuartal II  2017, produksi susu sapi Kabupaten Pasuruan mencapai 88 ribu ton, atau 93,63% dari target akhir tahun 89.310 ton ●

 

iklan investasi berjangka octa.co.id
download aplikasi android peluang news
iklan investasi berjangka octa.co.id