hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Kospin Jasa Pisahkan Manajemen Pembiayaan Konvensional dengan Syariah

Tegal ( Peluang) : Koperasi Simpan Pinjam Jasa Pekalongan secara resmi melakukan pemisahan manajemen pembiayaan antara konvensional dengan syariah. Keputusan tersebut disampaikan Ketua Umum Kospin Jasa Andy Arslan Djunaid dalam Rapat Anggota Tahunan ke 49 Kospin Jasa, Sabtu (18/3/2023) di Tegal, Jawa Tengah.
“Untuk memenuhi tuntutan tata kelola yang lebih baik dan komitmen kami untuk makin profesional di pelayanan syariah, maka melalui keputusan rapat tahun buku 2022, pelayanan syariah berdiri sendiri dengan nama Kospin Jasa Syariah,” ujarnya. Sedangkan ketua pengurus pertamanya dipercayakan kepada HM Romi Oktabirawa yang sebelumnya menjabat Wakil Sekretaris Umum Kospin Jasa.
RAT Tahun Buku 2022 ini kata Andy terbilang istimewa karena berlangsung di luar kota Pekalongan. Hadir pada kesempatan itu Deputi Perkoperasian Kementerian Koperasi Ukm Ahmad Zabadi, Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid serta sekitar 2000-an anggota perwakilan Kospin Jasa dari berbagai daerah.
Sebagai koperasi dengan reputasi teratas di tingkat nasional, Ahmad Zabadi mengingatkan Kospin Jasa harus menjadi barometer bagi KSP lainnya. Terlebih di tengah pemberitaan negatif perkoperasian akibat kasus 8 KSP gagal bayar.
“Saya harapkan Kospin Jasa sebagai koperasi dengan basis anggota yang kuat tidak terpengaruh dampak pemberitaan negatif kasus 8 KSP gagal bayar,” kata Zabadi.
Dia meminta bagi KSP dengan basis anggota kuat hendaknya tidak takut jika sewaktu-waktu mendapat kunjungan joint audit dari Kemenkop UKM dengan PPATK maupun dengan OJK.

Dalam penjelasan dihadapan peserta RAT, Andy mengatakan berdirinya Kospin Jasa Syariah secara kelembagaan merupakan tuntutan yang diminta pemerintah agar diadakan pemisahan usaha (spin-off). ” Alhamdulillah spin-off dapat kita realisasikan pada Maret tahun 2023 ini, dimana Kospin Jasa Syariah mulai beroperasi dengan sistem kerja sama antar koperasi,” ujar Andy. Ke depan, lanjut dia, dalam hal yang berhubungan dengan keanggotaan, maka seluruh anggota Kospin Jasa konvensional direncanakan menjadi anggota Kospin Jasa Syariah.

Optimistis di 2023
Sebelumnya, Andy juga mengimbau segenap anggota Kospin Jasa harus siap kembali bangkit menyongsong pertumbuhan ekonomi yang tahun ini diprediksi membaik.
“Ini tahun untuk kita kembali menata usaha, setelah sepanjang tiga tahun lalu perekonomian memburuk karena pandemi covid-19,” ujarnya.
Sebagai salah satu KSP dengan anggota terdiri dari para pedagang dan pengusaha, lanjut Andy, Kospin Jasa harus memanfaatkan kesempatan ini dalam menyusun strategi bisnisnya dengan cara mengembangkan usaha koperasi melalui pelayanan optimal kepada anggota.
Andy optimistis terhadap perkembangan dunia usaha 2023, dimana diyakini kebutuhan likuiditas meningkat. Lantaran itu dalam proyeksi usaha 2023 Kospin Jasa mematok pembiayaan atau pinjaman anggota sebesar Rp5,441 triliun, naik 29,57 persen dari realisasi tahun 2022 sebesar Rp4,199 triliun. Simpanan Rp 6,270 triliun naik 36,90 persen dari realisasi 2022 Rp 4,580 triliun dan aset dipatok naik Rp8,492 triliun, naik 27,50 persen dari Rp6,661 triliun tahun 2022.
Sedangkan peningkatan pembiayaan sektor syariah ditarget Rp1,386 triliun, naik 20,57 persen dari Rp1,149 triliun tahun 2022. Simpanan Rp1,866 triliun naik 22,04 persen dari realisasi tahun lalu sebesar Rp1,529 triliun. Aset diharapkan tumbuh jadi Rp1,925 triliun, naik 22,08 persen dari tahun lalu sebesar Rp1,577 triliun. (Irm)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate