hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

KOPWAN SBW MALANG PERKETAT PROKES BAGI ANGGOTA

Pada masa pandemi ini, ujian bagi koperasi konsumen bukan hanya menjaga kinerja usaha agar tak tergerus penurunan daya beli, juga meningkatkan kepedulian sosial terhadap lingkungan. Covid-19 memukul hampir seluruh lapisan ekonomi masyarakat, dan dampaknya dirasakan oleh Koperasi Wanita Setia Budi Wanita (SBW) Malang. 

Dalam RAT yang berlansung 22 Februari lalu, Ketua Kopwan SBW Malang Sri Untari Bisowarno mengatakan kinerja usaha koperasinya cukup terganggu akibat pandemi Covid-19, namun  pelayanan anggota dan juga masyarakat tetap prioritas.

“ Selama pandemi, pelayanan anggota berjalan seperti biasa, namun kami memberlakukan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya. Hal itu terlihat ketika PELUANG mengunjungi kantor SBW Malang di Raden Inten, Blimbing, Kota Malang, segenap pengurus, pengawas dan anggota maupun masyarakat yang hendak belanja di minimarket SBW, wajib cuci tangan, pakai masker dan pemeriksaan suhu badan. “Kami ingin segenap anggota SBW tetap sehat dan terhindar Covid-19, karenanya kami sediakan fasilitas untuk cuci tangan lengkap dengan sabun, hand sanitizer. Dan setelah pelayanan, setiap hari di setiap dinding kantor dilakukan disinfektan,” sambung Untari.

Selain itu, pihaknya menyediakan pembatas antar kelompok, tidak saja di kantor, tetapi juga di toko. Hal yang dulu tidak dilakukan. Para pengurus dan karyawan diberikan kaus tangan dan masker. Tidak boleh bergerombolan antrian. Ruang bagian atas diberdayakan. Gedung yang berkapasitas 600 orang hanya diisi 100 orang.

Itu baru penerapan protokol kesehatan, Sri Untari, mengatakan ada aspek lain yang diperhatikan. Karyawan juga mendapatkan asupan gizi untuk memperkuat imunitas tubuh. Kopwan menyediakan berbagai variasi makanan, yang berganti setiap hari, telur rebus dua, lalu diganti susu, ganti jus jambu, sama kacang hijau.  Bagi anggota terpapar Covid-19 diberikan bantuan berupa beras 25 kg selama 3 bulan dan uang sebesar Rp 1.000.000 dan vitamin untuk meningkatkan kesehatan.

“Sedangkan  yang terdampak usahanya kami kasih beras 15 kilogram, selama tiga bulan. Angsuran pinjamannya kami perpanjang masanya sesuai kemampuan mereka,” tutur Untari.

Aset Tetap Naik

Sepanjang 2020, diakui Untari, kinerja usaha koperasinya menurun namun tidak mengganggu pelayanan terhadap anggota. Target penyaluran simpan pinjam yang direncanakan sebesar Rp 108 miliar, tercapai 84 persen atau Rp 91 miliar. Pinjaman non Tanggung Renteng Rp 6,4 miliar tercapai 48 persen, dan realisasi Kelompok Pengusaha Pedagang Kecil (KPPK) dari Rp3 miliar hanya terealisasi 57 persen. Usaha lainnya, yaitu SBWMart masih tumbuh signifikan kendati masih di bawah target omset. Usaha toko ini meraup omset sebesar Rp16 miliar atau 89 persen dari target.

Yang cukup menggembirakan,

di tengah pemberlakuan prokes yang ketat, Kopwan SBW Malang,  tetap menjaga kinerja usaha antara lain melakukan ekspansi pembelian gudang untuk persiapan menjadi distributor. Asetnya naik tipis dari target Rp 110 miliar pada akhir 2020, tercapai Rp 111.5 miliar dan SHU naik 4%.  (Irm/Van)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate