hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Kopsyah-Kopmen BMI Jadikan “Spin Off” Jadi Agenda Utama Konsolidasi

TANGERANG—Jajaran pengurus, pengawas maupun manajer  Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) dan Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI) menggelar rapat koordinasi dan konsolidasi di Lantai II Gerai Tangerang Gemilang (GTG), Cikupa, Tangerang, Senin (7/6/21).

Agenda utama dari konsolidasi ini adalah melakukan koordinasi kembali pembentukan dua koperasi primer. Pertama adalah Koperasi Benteng Mandiri Indonesia yang bergerak di bidang Usaha Konstruksi, Perumahan, Tour and Travel dan Diklat.

Kedua,  Koperasi Benteng Manufaktur Indonesia bergerak di bidang produksi Bio ethanol dan pupuk hayati. Dua koperasi ini akan menjadi Koperasi Sekunder bernama Benteng Madani Indonesia

Rapat yang dipandu oleh Direktur Operasional Koperasi BMI Yayat Hidayatullah juga mengetengahkan penguatan permodalan dalam pembukaan 12 cabang baru dan optimalisasi pengawasan antar divisi baik di Kopsyah dan Kopmen BMI.     

Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara menjelaskan, spin off dari koperasi BMI akan melahirkan koperasi sekunder Benteng Madani Indonesia yang di dalamnya ada empat koperasi primer yakni Kopsyah BMI (sektor finansial), Kopmen BMI (Ritel, toko bangunan dan kafe), Koperasi Benteng Mandiri Indonesia (usaha konstruksi, perumahan, tour and travel dan diklat) dan Koperasi Produsen Benteng Manufaktur Indonesia (bio ethanol, pupuk hayati dan lain-lain).

Selain melayani kebutuhan anggota, dua koperasi primer ini juga berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja.

”Koperasi primer Benteng Mandiri Indonesia. Bisnisnya adalah usaha konstruksi, perumahan, tour and travel (pariwisata) dan pendidikan pelatihan (diklat). Dengan diklat, kita bisa membuat program BMI Academy. Kalau perlu (pendidikan) para staf lapangnya harus lulus dari situ (diklat). Di dalam pelatihan, para staf lapang harus bersertifikat lulus rembug pusat, lulus Pertemuan Umum (PU), harus lulus itu,” terangnya.

Sementara untuk usaha konstruksi dan perumahan, Kopsyah BMI memiliki pengalaman dan jam terbang tinggi di bidang properti. Di antaranya i sektor bisnis lewat pembiayaan Kopsyah BMI yakni rumah tanpa DP.

Kemudian di internal adalah pembangunan dua kantor lantai dua cabang BMI (Pakuhaji dan Sukadiri) dan sosial yakni hibah rumah siap huni (HRSH) yang kini berjumlah 302 unit. Kopmen BMI juga menjadi penyuplai material dan tenaga profesional untuk semua pembangunan tersebut.

”Untuk tour and travel kita mulai bergerak membangun wisata-wisata lokal di Provinsi Banten. Salah satunya adalah trip wisata ke Kampung Baduy Lebak. Ini potensi wisata lokal yang harus kita garap,” ungkap Kamaruddin.

Spin off atau pemekaran usaha ini bertujuan mewujudkan  koperasi sebagai badan usaha yang sehat, tangguh, kuat dan mandiri dan tentunya memberi keberkahan bagi anggota, sekaligus gerakan ekonomi rakyat yang lebih berperan dalam perekonomian nasional.

”Nanti dua koperasi primer ini harus berjuang keras untuk memenuhi permodalan sendiri seperti simpanan pokok dan simpanan wajib dan mendapat penyaluran modal dari pihak ketiga yakni Kopsyah BMI,” tuturnya.

Dalam konsolidasi ini, juga terungkap adanya  penambahan 12 cabang baru (1 di Kota Bogor, 10 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat dan 1 di Kabupaten Lebak, Banten). Dengan penambahan itu, BMI memiliki 77 cabang. Penambahan inipun membuat dinamika operasional BMI bertambah menjadi  11 area dimana 1 area membawahi 7 cabang.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate