Semangat kebersamaan dan kepedulian yang dilandasi nilai-nilai syariah menjadikan usaha Koperasi BMI cepat pulih dan siap berlari di era new normal. Anggota dapat menikmati fasilitas produk baru seperti KPR Syariah Tanpa DP, Beras BMI, dan BMI Mobile.
Kondisi sulit akibat wabah pandemi Covid-19 seperti saat ini merupakan saat yang tepat untuk menguji karakter individu atau perusahaan. Komitmen kepedulian akan tampak apakah hanya sebagai pemanis belaka atau menjadi nilai (value) yang inheren dalam gerak perusahaan.
Koperasi BMI yang sudah dikenal luas sebagai koperasi pemberdayaan mengakui jika pandemi ini membuat usahanya terkendala baik dari sisi penyaluran pembiayaan maupun penghimpunan simpanan anggota. “Semua bisnis termasuk koperasi pasti terkena dampak dari penyebaran wabah Covid-19. Namun, itu tidak menghalangi komitmen kami dalam menjalankan dakwah muamalah seperti kepedulian sosial dan pemberdayaan,” ujar Kamaruddin Batubara-biasa disapa Bara, Presiden Direktur Koperasi BMI.
Dakwah Muamalah memiliki dimensi dunia dan akhirat. Artinya, setiap aktivitas yang dilakukan Koperasi BMI harus mengejar keuntungan dunia dan akhirat. Hal ini beranjak dari inti ajaran syariah yang setidaknya ada empat yaitu adil, jujur, amanah, dan transparan.
Bersikap adil baik kepada anggota dan karyawan dalam segala situasi baik normal maupun sulit. Jujur dalam manajemen, amanah dalam menjaga kepercayaan anggota dan transparansi dalam keuangan. Oleh karenanya, semua kebijakan Koperasi BMI tidak lepas dari keempat inti nilai syariah tersebut. “Kita fokus mencari solusi untuk tetap bersama dalam kebaikan pada semua kondisi baik senang maupun susah,” ujar Bara.
Di lingkup internal Koperasi BMI, salah satu sikap adil yang dipraktikan adalah tidak adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi karyawan. Padahal, biaya tenaga kerja yang harus ditanggung cukup besar, karena mempekerjakan 1.000 lebih karyawan.
Kebijakan tidak melakukan PHK atau merumahkan karyawan tanpa digaji itu tidak lepas dari komitmen untuk membangun kebersamaan dan soliditas. Bagi Koperasi BMI, karyawan adalah aset yang perlu dijaga eksistensinya. Selain itu, karyawan notabene merupakan anggota yang berperan sebagai pemilik, pengguna dan pengendali koperasi.
“Kita tidak melakukan PHK karena untuk kebersamaan meski kondisi sedang sulit. Belasan tahun kita tidak pernah rugi sehingga kerugian saat ini tentu sangat kecil dibanding keuntungan belasan tahun. Inilah ajaran syariah, susah dan senang harus bersama dalam pemahaman kepedulian dan saling mendukung,” tegas Bara.
Untuk meringankan biaya tenaga kerja, Koperasi BMI melakukan penghematan antara lain mengurangi gaji sebagian karyawan yang nominalnya sudah di atas Upah Minimum Regional (UMR). Namun kebijakan pengurangan gaji ini tidak berlaku bagi staf lapang, Office Boy, dan tenaga security yang jumlah seluruhnya mencapai 70% dari total karyawan Koperasi BMI.
Sedangkan bagi anggota, Kopsyah BMI memberlakukan bebas cicilan bagi mereka yang tidak mampu karena usahanya terhenti akibat Covid-19. Selain itu, Pengurus Koperasi mengimbau kepada yang mampu untuk tetap menjalankan kewajibannya.
Koperasi BMI pun merasakan manfaat dari pendidikan perkoperasian yang selama ini dilaksanakan secara reguler. Anggota mengerti hak dan kewajibannya untuk menjaga pertumbuhan usaha koperasi yang berkelanjutan antara lain dengan tidak menarik simpanannya secara berlebihan. Dengan begitu, tekanan likuiditas tidak terlalu dirasakan oleh Koperasi BMI.
Yang tidak kalah pentingnya, Koperasi BMI senantiasa hadir di tengah anggota dan masyarakat ketika pandemi. Beragam aksi sosial dilakukan untuk melawan penyebaran Covid-19 seperti membagikan masker, hand sanitizer dan lain-lain. Sebagian produk yang dibagikan tersebut merupakan hasil produksi anggota yang telah dibeli oleh Koperasi BMI.
Komitmen untuk membangun kebersamaan dan soliditas sebagai pelaksanaan dari nilai adil menuai hasil yang positif. Kini, di era new normal, usaha anggota sudah mulai pulih dan melakukan pembayaran angsuran kepada koperasi. Ini terlihat dari meningkatnya rata-rata pembayaran cicilan hingga mencapai angka 90% di beberapa cabang.
“Ini semua berkat kekompakkan kita dalam memberikan pemahaman dan edukasi bahwa koperasi BMI ini milik kita semua, milik semua anggota dan harus diperjuangkan untuk bisa survive di tengah wabah Corona,” ungkap Bara.
KPR Syariah Tanpa DP
Berbagai predikat yang disandang Koperasi BMI selama ini tidak lantas melenakan. Sebut saja rajanya Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) dan Jagonya Pembiayaan Sarana Air dan Sanitasi untuk masyarakat miskin. Status tersebut justru semakin memotivasi untuk memberdayakan anggota dan memenuhi kebutuhannya.
Melalui Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI) sebagai salah satu entitas Koperasi BMI menyediakan fasilitas pembiayaan untuk pembangunan rumah layak dan representatif. Divisi Konstruksi dan Toko Bangunan (DKTB) Kopmen BMI telah menjalankan skim pembiayaan baik Mikro Tata Griya (MTG) Renov, Mikro Tata Sanitasi (MTS), dan KPR Syariah untuk anggota dan karyawan Koperasi BMI.
Fasilitas yang ditawarkan komplit mulai dari desain bangunan, pengerjaan bangunan, pemenuhan kebutuhan material sampai penyediaan tenaga kerja. Sehinggga anggota pemakai jasa tidak perlu repot dan tinggal menunggu saja hingga rumah pesanannya selesai. Untuk produk KPR Syariah, saat ini Koperasi BMI menyediakan plafon pembiayaan maksimal sebesar Rp85 juta, dengan tenor sampai 15 tahun untuk anggota. Sedangkan untuk karyawan Koperasi BMI, disiapkan plafon berjenjang, dimulai dari Rp150 juta hingga Rp700 juta dengan tenor 15 tahun.
Menariknya, KPR Syariah ini benar-benar tanpa uang muka (DP). Dengan begitu, anggota dan karyawan pun dapat segera memiliki rumah idaman tanpa risau besaran DP. Ini semakin menambah panjang daftar pemberdayaan Koperasi BMI terhadap anggota.
“Seluruh proses pengerjaan mulai dari konsultasi dan desain awal, tahap pengerjaan pondasi dan seluruh bangunan hingga finishing seluruhnya dilakukan oleh Kopmen BMI. Kebutuhan material bangunan pun sepenuhnya dipasok oleh Toko Bangunan milik Kopmen BMI. KPR Syariah ini kita luncurkan tanpa DP sama sekali. Semua dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan anggota terhadap rumah tinggal yang layak dan refresentatif sehingga tingkat kesejahteraan anggota meningkat. Kualitas bangunan pun sudah teruji dan sangat memperhatikan estetika terkini,” urai Bara.
Koperasi BMI juga terus menambah variasi produk yang dijual untuk memenuhi kebutuhan anggota. Terbaru, Kopmen Bmi meluncurkan produk Beras BMI yang berkualitas dengan harga terjangkau. Beras BMI sebagian berasal dari padi milik anggota yang diolah dengan teknologi perberasan terkini. Anggota dapat membelinya di Gerai Tangerang Gemilang (GTG).
Menggaet Milenial
Selain terus melakukan fungsi pemberdayaan, Koperasi BMI juga berupaya memperluas basis keanggotaan dengan membidik kaum milenial (usia 20 tahun sampai 35 tahun). Dari sisi demografi, populasi milenial cukup besar mencapai 24% dari total penduduk Indonesia sebesar 179 juta jiwa sampai 2018 lalu. Ini tentu merupakan pasar potensial untuk menggenjot pertumbuhan usaha.
Bukan hal mudah untuk menarik generasi milenial bergabung bersama koperasi. Ada persepsi yang terlanjur terbentuk di benak mereka bahwa koperasi itu usang dan ketinggalan zaman. Nggak keren, singkatnya. Mereka lebih tertarik dengan financial technology (fintech) atau pinjaman online yang menawarkan pinjaman konsumtif untuk memenuhi gaya hidup modernitas.
Alih-alih menghindar, kondisi tersebut justru memicu adrenalin Bara untuk menemukan solusinya. Ia ingin koperasi lebih membumi di kalangan milenial. “Koperasi jangan terlalu sibuk dengan urusan internal saja, tetapi perlu didorong untuk memberi solusi kesejahteraan bagi milenial,” ujar Bara.
Jika milenial sudah merasa sejahtera di koperasi dan mengerti nilai-nilai di dalamnya, kata Bara, mereka akan dengan senang hati bergabung dengan koperasi. Cara-cara baru harus dikembangkan agar koperasi diterima kehadirannya terutama oleh milenial.
Bertolak dari ide pembaruan tersebut, kini Koperasi BMI sedang mengembangkan mekanisasi offline to online. Koperasi terbesar di Provinsi Banten yang kerap mendapatkan penghargaan dari berbagai pihak ini tengah mengembangkan BMI Mobile sebagai sarana bertransaksi keuangan yang nyaman.
“Kita juga mengembangkan alat pembayaran digital menuju e-money pada Kopmen BMI dan kemudahan bertransaksi cashless. Mau tidak mau ini harus kita masuki. BMI yakin akan terjadi akselerasi dengan mengajak kaum muda bergabung pada koperasi,” ujar Bara, the rising star di dunia perkoperasian saat ini.
Selain itu, bagi anak muda kreatif, BMI juga menyediakan tempat jualan baik offline maupun online. Penjualan offline dilakukan di minimarket dan grosir BMI dan di Gerai Tangerang Gemilang (GTG). Ada pula marketplace bagi anggota BMI yang saat ini berjumlah 260 ribu orang yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana penjualan online.
Inovasi dan pemberdayaan yang dilakukan Koperasi BMI merupakan bagian dari upaya untuk menjaga marwah koperasi. “Dengan mempraktikan dakwah muamalah untuk meningkatkan perekonomian, pendidikan anak-anak, kesehatan keluarga, dan menumbuhkan jiwa sosial serta meningkatkan praktek spiritual,” pungkas Bara.








