TANGERANG—Sukses panen padi hasil sawah wakaf di Desa Caringin, Cisoka, Kabupaten Tangerang, menggerakan Koperasi Syariah Benteng Mikro Indoneia (Kopsyah BMI) untuk ikut berbagi kepada kaum dhuafa.
Sebagian hasil sawah wakaf Koperasi BMI di Desa Caringin, Cisoka, Tangerang akan disalurkan kepada para mauquf alaih (penerima wakaf). Penyaluran dilakukan setelah penggilingan hasil panen selesai, pekan depan.
Manajer Pemberdayaan Kopsyah BMI Suproni mengungkapkan, sebagian padi yang dipanen adalah varietas padi IPB3S dengan perlakuan pupuk hayati biosfer dengan masa tanam 3 bulan. Dengan pola pembagian 5-3-2, BMI mendapat bagian 1,6 ton dari 8 ton hasil panen secara keseluruhan.
Proses penggilingan sendiri dipantau langsung staf divisi ZISWAF Kopsyah BMI H Puryadi dan Pemberdayaan Suhri Ghazali Lubis.
“Beras yang diterima Mauqif Alaih diolah dengan mesin penggiling padi sendiri. Proses penggilingan dilakukan sekali sehingga, serat beras tidak ikut terbuang,” ujar Suproni dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/4/21).
Lanjut dia, serat beras membantu pencernaan dan membuat komposisi gizinya tetap terjaga. Proses penggilingan sendiri dilakukan di kediaman Jarok Kinung yang juga anggota Koperasi BMI.
Sementara Manajer Zakat, Infaq, Wakaf dan Sadaqah (ZISWAF) Kopsyah BMI Casmita menyampaikan pembagian dalam bentuk beras diberikan kepada 50 warga dhuafa dan yatim piatu sekitar lahan.
Sebesar 30 persen hasil beras sawah wakaf akan dibagikan kepada warga dhufa dan anak yatim sekitar lahan. Sementara sisanya untuk menutupi biaya operasional dan pendapatan wakaf yang digunakan untuk kegiatan sosial BMI lainnya.
”Alhamdulillah, pada bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini, BMI terus meningkatkan program sosialnya kepada anggota dan masyarakat. BMI juga konsisten memberikan hasil wakaf terbaik bagi para mauquf alaih,” jelasnya.
Perlu diketahui, sawah wakaf BMI berada 200 meter dari pemukiman warga sekitar. Luas arealnya mencapai 5,6 hektar yang dikelola oleh 23 petani penggarap.
Dari jumlah tersebut, seluas 0,5 hektar diberikan pupuk hayati. Hasil lahan tersebut kemudian akan dikelola oleh Zakat, Infaq, Sadaqah dan Wakaf (ZISWAF) BMI.
Selain digarap secara konvensional, pengelolaan sawah produktif dilakukan lewat pemberian pupuk hayati atau biosfer. Setengah hektar lahan produktif ditanami varian padi IPB 3S dengan perlakuan pupuk biosfer. Padi yang mendapat perlakukan pupuk hayati terlihat lebih tinggi dari padi yang dikelola secara konvensional.








