hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Kopsyah BMI Serahkan Sanitasi Dhuafa ke 118 di Serang

SERANG—Sehari-hari Maryati mencari nafkahnya sebagai penjual buah dan sayuran keliling. Penghasilan warga Gempol, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Banten ini hanya mencukupi kebutuhan hidupnya.

Kondisi rumahnya  tidak memiliki sanitasi atau MCK. Jika ingin mandi dan buang hajat, keluarganya menumpang di MCK di rumah tentangganya. Meskipun berada dalam kondisi memprihatinkan, Maryati merupakan anggota Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) yang militan. Agustus ini genap setahun dia menjadi anggota. 

Kondisi kehidupan keluarga Maryati mendapat perhatian Manajer Cabang Kasemen Kopsyah BMI Ahmad Bustomi, ketika petugas mengunjungi rumahnya. Diputuskan, Maryati berhak mendapatkan bantuan Sanitasi Dhuafa.

Sanitasi dhuafa merupakan salah satu kegiatan sosial yang rutin dilakukan Koperasi BMI sepanjang tahun. Rumah yang dibantu adalah rumah anggota maupun non anggota yang sarana sanitasinya dalam kondisi tak layak di seluruh wilayah pelayanan BMI.

Pada Kamis 5 Agustus 2021,  Kopsyah BMI merrsmikan sanitasi dhuafa ke 118-nya kepada Maryati anggota BMI di Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kabupaten Serang.

Penyerahan disaksikan langsung oleh Manajer ZISWAF Kopsyah BMI Casmita, Manajer Cabang Kasemen Ahmad Bustomi dan Lurah Unyar Agus Sulaeman.

Material berupa hebel, pasir, baja ringan dan bahan bangunan lainnya untuk sanitasi tersebut dipasok dari Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI).

Bustomi mengatakan,  Maryati sudah mendapatkan dua kali pembiayaan BMI. Yang pertama Rp4 juta dan yang kedua R 7 juta.

“Namun saat sambangi ke tempat beliau, keluarganya harus ke tempat tetangga jika ingin buang hajat,” jelasnya.

Dia berterima kasih kepada Para Pengurus dan Pengawas yang terus mensuport ZISWAF  terutama Presiden direktur Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara.

Pada acara serah teirma, Maryati mengucapkan rasa terima kasihnya kepada BMI atas bantuan sanitasi dhuafa.

”Terima kasih Kopsyah BMI, bapak-bapak semua. Sudah ada yang menolong kesusahan kami. Semoga BMI tambah jaya sukses dan banyak anggotanya,” ujarnya usai menerima bantuan.

Dari data yang dilansir Divisi Zakat, Infaq, Wakaf dan Sadaqah (ZISWAF) Kopsyah BMI, telah membangun 118 unit sanitasi dhuafa bagi anggota dan non anggota.

Sementara, Lurah Unyur Agus Sulaeman mengapresiasi kepedulian Kopsyah BMI terhadap warganya. Apalagi di daerahnya, BMI mampu membangkitkan ekonomi warganya dalam akses permodalan. Diketahui, dari 2.403 anggota di Cabang Pelayanan Kasemen, 841 anggota merupakan warga Kelurahan Unyur.

“Kami baru melihat ada koperasi yang memberikan hibah rumah kepada anggota dan non anggotanya. Hal ini yang menurutnya menjadi pembeda antara BMI dan lembaga keuangan lainnya seperti Bank,” ucapnya.

Terpisah, Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara mengatakan, program sanitasi dhuafa merupakan bentuk komitmen sosial BMI kepada saudara- saudara yang tidak mampu.

“Alhamdulillah, BMI terus berkomitmen untuk bertumbuh, berkembang serta berkontribusi positif lewat program pemberdayaan sosialnya. Khususnya bagi saudara-saudara kita yang kekurangan di wilayah pelayanan BMI,” paparnya.

Kamaruddin juga mengajak anggota BMI untuk rajin beramal jariyah baik itu zakat, infaq, sedekah maupun wakaf karena itulah sejatinya yang akan dibawa kelak menghadap Sang Khalik. ” Hadist riwayat Muslim jelas jika seseorang meninggal, maka terputus amalnya kecuali tiga hal, amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang mendoakan.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate