PANDEGLANG—Pada usianya sudah menginjak 80 tahun, Saonah hanya mampu mencari nafkah dengan menjadi tukang pijat tradisional. Janda ini tinggal bersama anaknya Siti Patimah, 40 tahun, seorang penderita kusta di Kampung Cikoneng, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Mereka mendiami rumahnya sangat memperihatinkan. Rumah panggung Ibu ini sudah miring dengan bilik, sudah banyak tempelan karena penuh lubang, serta tiang yang ditunjang oleh batang kayu dan atap rumah dari genteng yang sudah renggang yang setiap hujan selalu bocor.
Saonah yang memiliki pendengaran yang tidak sempurna karena faktor umur, keadaan ini sudah sejak lama dialaminya. Sebagai tukang urut pendapatannnya tidak menentu, terkadang untuk makan sehari-hari dari pemberian warga sekitarnya.
Dengan kondisi seperti itu, Saonah tidak mampu memperbaiki rumahnya. Namun ibu ini masih menyisihkan pendapatannya untuk menjadi anggota Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia sejak lima bulan lalu.
Pihak Kopsyah BMI mengetahui keadaan anggotanya ini kemudian memberikan Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) pada Rabu (10/3/21).
“Alhamdulillah saat ini rumah sudah dibangun. Bagus dan kokoh,” ucap dia saat serah terima.
Total biaya pembangunan HRSH sebesar Rp50.000.000. Dari jumlah itu terdapat Infaq dari warga sebesar Rp500.000, kekurangannya dari Koperasi BMI sebesar Rp49.500.000. HRSH ini merupakan ke 284 selama program Kopsyah BMI berjalan (van)








