TANGERANG—Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) merayakan tahun baru Islam 1 Muharram 1443 Hijriyah dengan menyantuni 200 anak yatim, Kamis (19/8/21) bertepatan dengan 10 Muharram 1443 Hijriyah,
Acara sosial ini dilakukan di kawasan yang sedang dibangun sebagai Kawasan BMI Center di Desa Caringin, Kecamatan Cisoka. Hadir pada acara sosial ini Kamaruddin Batubara, Presiden Direktur Koperasi BMI didampingi oleh Casmita, Manajer Ziswaf Kopsyah BMI. Taufik Hidayat, GM Kopmen BMI dan Krisyanto, Manajer Divisi Toko Bangunan dan Konstruksi Kopmen BMI turut hadir mendampingi Kamaruddin Batubara.
Bagi Kopyah BMI, berbagi santunan anak yatim adalah penjiwaan dari nilai-nilai berkoperasi yang berakar dari implementasi pilar sosial dan spiritual. Santunan juga merupakan pengejawantahan dari instrumen sedekah.
“Model BMI Syariah dibangun melalui 5 instrumen pemberdayaan yaknik sedekah, pinjaman, pembiayaan,, simpanan dan investasi. Model BMI Syariah memahami kesejahteraan bukan hanya dari soal ekonomi, tetapi juga pendidikan, kesehatan, sosial dan spiritual. Inilah yang disebut sebagai 5 pilar,” ujar Kamaruddin.
Kawasan BMI Center adalah pengembangan kawasan tercentral yang merupakan lokasi terpadu yang dikembangkan dari dana wakaf. Kawasan ini terdiri dari :
- Masjid
- BMI Tower
- Function hall
- BMI Hospital
- Kawasan komersial dan café
- Pusdiklat
- Wisma Pusdiklat
- Sekolah tahfidz
- Asrama tahfidz
- Dapur umum
- Galeri dan Pabrik bio ethanol
Kawasan yang dimulai pengurugannya pada 31 Juli 2021 ini mendorong semangat bagi segenap insan Kopsyah BMI untuk lebih memberikan kesejahteraan pada anggota sekaligus meningkatkan kinerja melalui penciptaan Good Cooperative Governance (GCG).
Kamaruddin mengungkapkan lahan yang dijadikan lokasi Kawasan BMI Center ini berasal dari wakaf anggota Kopsyah BMI.
“Inilah wujud dari kekuatan gotong – royog. Lahan sebesar ini bukanlah milik pribadi. Jadi bukan punya saya tetapi punya kita semua” kata Kamaruddin.
Dikatakannya, Kopsyah BMI akan buka kawasan ini 20 ha dan dari lahan wakaf 14 ha. Ini adalah bukti awal dari kebersamaan dan kekuatan gotong – royong. Semua ini berasal dari wakaf yang kita kumpulkan Rp2 ribu setiap minggunya.
“Kita akan buktikan kekuatan ekonomi Islam dengan bergotong royong dari Cisoka ini’ ujar Kamaruddin menegaskan.
Menutup sambutan singkatnya Kamaruddin berharap doa anak-anak yatim dan semua yang hadir pada acara ini.
“Kami tentu minta doa dari anak – anak dan semua yang hadir ini agar cita-cita kita ini dimudahkan oleh Allah SWT. Tidak ada yang tidak mungkin, semoga Allah SWT mengabulkan doa dan keinginan kita ini” pungkasnya menutup sambutan





