hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Kopsyah BMI Inovasi Produk Beras Pecah Kulit

TANGERANG—Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) melakukan inovasi produk beras yang memiliki nilai tambah untuk meningkatkan pemberdayaan bagi anggota koperasi. Beras BMI.

Diolah dari gabah baru yang dihasilkan oleh petani di Tangerang, digiling dengan konsep beras pecah kulit dipasarkan oleh anggota BMI. Konsep koperasi yang mengedepankan dari, oleh dan untuk anggota melembaga pada produk Beras BMI.

Presiden Direktur Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara memberi apresiasi terhadap kreativitas pengurus ini.  Koperasi itu unggul karena captive marketnya.

“Memang ada perusahaan lain selain koperasi yang menempatkan anggota sebagai pemilik dan pelanggan  sekaligus? Pada Beras BMI ini, kita ingin anggotalah yang menikmati semua keuntungan, bisnisnya kita lepas ke anggota,” paparnya dalam keterangan persnya, Rabu (3/2/21).

Beras BMI ini memiliki 2 dimensi penting yaitu peningkatan derajat ekonomi dan derajat kesehatan anggota. Model BMI Syariah menekankan pada peningkatan 5 pilar penting yaitu ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial dan spiritual. Beras BMI ini akan meningkatkan derajat ekonomi karena punya nilai tambah yang baik.

Kedua Beras BMI ini lebih bergizi, kenapa karena konsep beras BMI dibuat deferensiasi dengan membuat beras pecah kulit . Beras ini lebih sehat dan bergizi. Sehingga beras ini juga akan meningkatan derajat kesehatan anggota BMI. 

“Beras ini direkomendasikan juga untuk mereka yang punya penyakit diabetes” pungkas Kamaruddin.

Sementara Wakil Presiden Direktur Koperasi BMI Radius Usman  menambahkan bahwa mengkonsumsi nasi yang berasal dari beras pecah kulit lebih bergizi. Beras putih yang dikonsumsi  sebagian besar masyarakat kita sebenarnya minim akan sumber gizi.

Beras yang beredar di pasaran cenderung beras putih yang sudah dipoles karena memang konsumen lebih menyukai beras putih dengan tekstur nasi yang pulen.

“Namun ternyata beras putih tersebut minim akan zat gizi akibat proses penggilingan yang menghilangkan bagian terpenting dari beras itu sendiri. ” ujarnya.

Beras pecah kulit adalah beras yang didapatkan melalui 1 kali proses penggilingan untuk menghilangkan sekamnya dan tidak mengalami proses penyosohan atau dipoles menjadi beras putih pada umumnya.

“Masyarakat  kita lebih senang dengan beras berwarna putih maka dilakukanlah proses penyosohan untuk menghilangkan kulit ari padi yang berwarna cokelat. Derajat sosoh yang ada di penggilingan di Indonesia dapat mencapai 100%. Pada beras pecah kulit kita lakukan penggilingan 1 kali saja, sehingga semua zat gizinya masih komplit” paparnya.

Kemasan eksklusif per 1 kg dibanderol dengan harga Rp17.500. Produksi beras ini sesuai dengan filosofi Bantandwipa kembali menjadikan Banten sebagai rajanya padi di tanah air.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate