hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Kopsyah BMI Bagikan 43 Rumah Gratis Sepanjang 2020

TANGERANG—Bagaikan mendapat durian runtuh. Demikian ungkapan yang pas bagi Sumyati, warga Kampung Sawah, Desa Sidangsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak ini ketika mendapatkan hibah rumah dari Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI).

Istri dari Juanda (59 tahun) memiliki sakit di kaki  yang membuatnya terpaksa berjalan dengan menggunakan tongkat. Sementara Sang Suami hanya buruh serabutan. Dengan kondisi seperti ini mereka tidak mampu membangun rumah yang layak huni.

Anggota koperasi yang berprofesi buruh serabutan ini  tercatat memiliki simpanan  Rp514.000,00 di Kopsyah BMI. Dia menjadi anggota  sejak 19 Juni 2019.  Pasangan ini memiliki seorang anak laki-laki yang sudah menikah namun tinggal di rumah mertuanya.

Kopsyah BMI memberikan rumah gratis sebagai bentuk pelaksanaan dari visi pemberdayaan. Rumah gratis ke- 283 sepanjang program ini diadakan sejak 2015, untuk  2020 yang ke 43.

Ketua Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara menyampaikan rasa syukurnya  bahwa di tengah pandemi saat ini tetap mampu melaksanakan program ini dengan relatif baik.

“Saya bilang relatif baik karena memang sebenarnya kita tahun ini ingin membagikan rumah sebanyak 110 unit. Kami bersyukur kepada Allah SWT atas semua limpahan rahmat dan karunianya ternyata Koperasi BMI masih lebih baik jika kita melihat kondisi ekonomi yang saat ini tengah tertekan,” ucap Kamaruddin  seraya berterima kasih kepada semua anggota atas militansinya yang luar biasa.

Dari 43 rumah tahun 2020 ini, 32 rumah dibagikan untuk masyarakat Kabupaten Tangerang, 3 untuk Kabupaten Lebak, 2 untuk Kabupaten Serang, 4 untuk Kabupaten Pandeglang dan 2 untuk Kabupaten Bogor. Dari 43 rumah ini 24 rumah dibagikan kepada anggota dan 19 lainnya kepada non anggota.

“Inilah uniknya BMI, kita betul – betul ingin menjalankan amanah UU Koperasi (No. 25/92) yang mengatakan bahwa tujuan berkoperasi bukan hanya untuk anggota tetapi juga untuk masyarakat luas” ujar pria penerima Anugerah Satyalancana Wirakarya dari Presiden (2018) ini.

Kamaruddin menjelaskan dari 43 rumah ini sebanyak 24 rumah jumlahnya, rumah gratis kita ambilkan dari CSR, yang berasal dari dana sosial dan dana kebajikan. Dana sosial adalah anggaran yang berasal dari penyisihan SHU. Dana kebajikan ini adalah penyisihan satu persen dari dana yang telah dikeluarkan sebagai pembiayaan kepada anggota.

Setengahnya digunakan  untuk kegiatan ini. Sedangkan untuk membangun rumah non anggota sebanyak rumah kita ambilkan dari dana infak anggota.

“Jadi kita ini anggota berinfaq seminggu Rp 1000,00, dana inilah yang kita pakai. Hitung aja Rp 1000,00 kali 200 ribu anggota, jika kita disiplin berapa banyak rumah yang bisa kita bangun. Saya ajak anggota semua untuk terus meningkatkan infaqnya, juga simpanannya dan partisipasi yang lain,” pungkasnya (Van).

pasang iklan di sini
[koko_analytics_counter]
octa vaganza