Divisi BMI Point menempati posisi strategis untuk menggerakan sektor rial sekaligus mempercepat perluasan sirkuit ekonomi koperasi.
Meja yang dilapisi kain biru di sebuah ruangan di Hotel Aston Cirebon menjadi saksi bisu keseriusan puluhan orang menyimak materi yang disampaikan para pembicara dalam gelaran Pendidikan Perkoperasian, 15 September 2022. Acara yang difasilitasi oleh Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI) itu berlangsung dengan khidmat.
Radius Usman, Direktur Utama Kopmen BMI menuturkan, pendidikan perkoperasian diikuti oleh karyawan dan anggota Koperasi BMI. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang produk dan layanan jasa yang dimiliki Kopmen BMI. “Product knowledge yang baik dari karyawan akan menghasilkan layanan berkualitas kepada anggota dan pengguna jasa koperasi,” ungkap Radius di sela acara pelatihan.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman; Kamaruddin Batubara, Presiden Direktur Koperasi BMI Grup; Direktur Operasional & IT, M Anwar Solihin; Manajer Divisi BMI Point, Teddy Thourusandi dan Manajer Regional 5 Kota Cirebon, Deni Kurnia.
Seperti diketahui, Divisi BMI Point ditugaskan menjadi akselerator bagi pertumbuhan bisnis sektor riil. BMI Point memiliki outlet di pasar-pasar dan akan dikembangkan di berbagai pusat bisnis. Melalui BMI Point akan terjadi jejaring bisnis antar kota, antar pulau dan antar negara sehingga sirkuit bisnis koperasi akan meluas.
Gelaran Pendidikan Perkoperasian untuk karyawan dan anggota tersebut, kata Radius, diharapkan dapat mengakselerasi perkembangan BMI Point. “Eksistensi BMI Point yang semakin kuat akan mempercepat perluasan sirkuit ekonomi koperasi,” ungkapnya.
Selain BMI Point, Kopmen BMI memiliki dua divisi lain yaitu Divisi Elektronik dan Toko Bangunan; dan Makanan Minuman. Saat ini di pasar-pasar BMI Point menyediakan produk-produk yang dibutuhkan pedagang.
Pada kesempatan yang sama, Kamaruddin Batubara, biasa disapa Kambara mengatakan, nantinya produk-produk antar pasar se-Indonesia akan saling bertukar dan bertransaksi. “Pertukaran inilah yang menjadi sirkuit ekonomi baru,” ungkap Kambara.
Kambara menambahkan, ia percaya tim BMI Point akan mampu menjadi akselerator bisnis yang akan secepatnya membentuk sirkuit bisnis baru, terutama menjadikan bisnis koperasi tidak tertinggal dari bisnis non koperasi yang sudah berjalan terlebih dahulu.
Sementara Iing Daiman memberikan penegasan bahwa SDM merupakan faktor penting bagi tumbuhnya institusi. Oleh karenanya ia menilai, kegiatan Pendidikan Perkoperasi itu sangat tepat untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan karyawan dan anggota. “Acara ini sangat bagus karena dapat memperkuat kapasitas kelembagaan untuk mendukung perkembangan usaha koperasi,” pungkasnya.
Pendidikan Perkoperasian merupakan salah satu prinsip koperasi yang harus dijalankan oleh pengurus. Jika ada koperasi yang tidak pernah menggelar acara tersebut maka hampir bisa dipastikan lembaga tersebut jauh dari semangat dan jiwa koperasi. Oleh karenanya, kerja nyata Radius dan jajarannya merupakan cermin bahwa Kopmen BMI adalah koperasi sejati yang senantiasa berpegang pada prinsip-prinsip perkoperasian. (Kur).








