SEMARANG—Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang mempunyai koperasi mahasiswa yang mempunyai anggota terbesar seluruh Indonesia dengan 16 ribu anggota. Pada Tahun Buku 2019 koperasi yang berdiri pada 1984 dengan beragam unit usaha, seperti kantin, minimarket, selular dan sebagainya mampu membukukan omzet sekira Rp800 juta.
Sayangnya pandemi Covid-19 memukul usaha koperasi ini. Menurut Ketua Kopma Walisongo Muhammad Fawwaz Baha, pada caturwulan pertama 2020 (Januari-April) omzet hanya mencapai Rp76,5 juta dan pada caturwulan ke 2 (Mei-Agustus) bahkan hanya Rp31, 6 juta.
“Omzet terpotong karena seperti kampus lain melakukan ‘lockdown’ terutama pada April hingga Juni,” kata mahasiswa jurusan Fisika ini.
Namun para pejuang koperasi milenial ini melakukan berbagai terobosan di antaranya menjadikan websitenya menjadi “marketplace”, bukan saja kebutuhan mahasiswa seperti toga, tetapi juga baju batik dan pakaian kasual. Sebagai catatan akun instagram kopma ini terbilang aktif, mencatat lebih dari 2.300 follower dan lebih dari 600 posting.
Selain itu usaha selular dan jasa juga masih berjalan. Hanya saja menurut pria yang karib disapa Fawas ini terobosan untuk melakukan usaha di luar kampus menjadi tertunda yang harus awal tahun.
Kegiatan lain seperti pengkaderan anggota dilakukan dengan cara daring menggunakan streaming youtube dengan pembicara kompeten. Pada Desember ini lanjutnya, baru dimulai berprogres membuka usaha di luar kampus.
“Kami ingin buka usaha kuliner, seperti stand minuman Boba, cokelat, bakaran. Kalau berlanjut angkringan dan kuliner untuk tempat nongkrong. Mudah-mudahan pandemi berakhir,” tutup Fawas (Van).








