TASIKMALAYA—Sekalipun berbasis bukan di kota besar, Koperasi Mahasiswa Universitas Siliwangi Tasikmalaya mampu membuktikan kinerjanya yang cukup gemilang untuk ukuran mahasiswa. Koperasi ini pada 2019 mampu membukukan Rp1,9 miliar dengan jumlah anggota 800-an.
Ketua Kopma Unsil Dede Aji Septiandi menjelaskan bahwa tiga bisnis utamanya seperti minimarket, kantin yang menjual makanan berat bagi mahasiswa dan dosen, serta Kopma Center dengan produksi konveksi, merchandise sama-sama memberikan kontribusi besar.
Pada 2019 tempatnya strategis karena dekat dengan masjid dan mandala yang banyak dilalui banyak orang. Namun di akhir 2019 atas kebijakan lembaga, lokasi dipindahkan ke parkiran FKIP
Untuk mensiasati dampak pandemi pada usaha, pengurus melakukan penjualan sejumlah produk secara daring melalui media sosial bahkan menggunakan market place.
“Kami melakukan beberapa inovasi di antaranya menjual produk di market place, mengadakan try out dan menginvestasikan sebagian dana kami di satu perusahaan,” ujar mahasiswa jurusan Ekonomi Syariah ini kepada Peluang, Selasa (29/12/20).
Kopma Unsil juga mencetak sejumlah prestasi di antaranya menjadi salah satu dari lima kopma percontohan di Indonesia pada 2017, salah satu Kopma terbaik di Jawa Barta pada 2017, Juara Umum Jambore Kopma Nasional 2017 dan 2019.
“Kami sebelum ikut lomba melakukan persiapan dan edukasi pada anggota enam bulan sebelumnya. Kaderisasi berkoperasi dan wirausaha berjalan cukup baik,” tambah dia.
Tiga tahun terakhir, animo anggota terbaur. Setiap tahun dari tiga ribu mahasiswa baru, 500 di antaranya berminat pada koperasi. Daya tariknya ialah pada program wirausaha dan startup.
“Ke depan kami akan meneruskan sertifikasi halal dan diharapkan 2021 selesai. Kami akan memaksimalkan media sosial seperti Youtube dan digitalisasi usaha,” pungkas Dede.
Sebagai catatan Kopma Unsil mampu mengunggah 140 video youtube dengan 1.120 subscriber dan lebih dari 2.500 posting serta 4.100 follower di instagram (Van).








