hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Kopma UNJ, Buktikan Milenial Jakarta Peduli Koperasi

JAKARTA-–Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) membuktikan bahwa milenial ibu kota masih peduli pada koperasi dan tidak menganggapnya sebagai jadul atau ketinggalan zaman.

Saat ini  menurut Ketua Kopma UNJ Guntur Putra, sebanyak 500-an mahasiswa terlibat sebagai anggota.  Sekalipun dalam masa pandemi Kopma UNJ mempertahankan usahanya agar mendapatkan keuntungan yang stabil dan meningkat dari tahun sebelumnya.

Sebagai catatan, koperasi yang punya lima unit usaha ini meraup omzet sekira Rp800 jutaan pada 2019, meningkat empat kali lipat dibanding 2018, yaitu Rp200 juta.

Kelima divisi itu itu adalah sektor print, penjualan ATK, dan juga perangkat komputer (periferal), divisi handicraft.  Pada divisi ini, kopma fokus pada usaha penjualan merchandise UNJ, mug custom, jaket dan baju custom, pin, gantungan kunci, dan sebagainya.

“Kopma UNJ juga mempunyai  divisi ‘Lembaga Pendidikan dan Keterampilan’, di divisi ini fokus usahanya ialah menawarkan jasa les private bagi para siswa, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga anak kuliahan dengan pengajar yang kita seleksi dari mahasiswa UNJ itu sendiri,” ujar Guntur kepada Peluang, Rabu (23/12/20).

Selain itu Kopma UNJ punya usaha yang disebut Kopi Sarjana. Usaha ini berbentuk  ini cooffe shop  bekerja sama dengan salah satu UKM di dalam kampus.

Meskipun core usahanya ada di divisi toko yang perputaran barangnya cukup cepat, serta jasa print dari divisi rental komputer yang dibutuhkan banyak mahasiswa.

Dampak yang kami rasakan cukup besar, mulai dari pelaksanaan kegiatan, serta berjalannya roda usaha.  Untuk itu salah satu cara mensiasatinya itu dengan membuka toko daring di beberapa platform dan menjajakkannya secara umum disana, serta untuk kegiatan.

“Kami mencoba mengkonsepkan kegiatan kegiatan daring dari setiap kegiatan yang ada, dengan platform zoom ataupun gmeets,” tambah Guntur.

Untuk 2021, menurut Guntur pihaknya menjalankan dua rencana yaitu daring dan luring (offline) dengan protokol kesehatan.  Saat ini pihaknya membuka toko untuk keperluan mahasiswa yang kerap ke kampus, sekaligus membuka usaha daring di beberapa Platform Indonesia .

Kemungkinan besar kedepannya, anggota Kopma UNJ turut serta dalam hal kegiatan usaha contohnya seperti konsinyasi/produksi makanan, buku, baju, kedai Kopi, dan juga usaha kita lainnya agar mereka merasakan benefitnya  atau juga turut serta dalam mencari saluran usahanya seperti toko-tokoh mensuplai.

Dia mengakui animo mahasiswa sebenarnya masih kurang maksimal. Untuk Guntur masih optimis sejalan dengan semakin bergaungnya manfaat berkoperasi, animo akan tumbuh dengan sendirinya.

“Namun koperasi memang harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dalam hal ini dengan teknologi hingga menarik perhatian milenial,” pungkas Guntur (Van).

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate