hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Kopjas BMI Luncurkan Platform Digital BMI Institut

Platform pendidikan perkoperasian ini ditujukan untuk mengembangkan usaha anggota, meningkatkan kapasitas pengelola koperasi dan pengetahuan masyarakat umum terhadap praktik terbaik koperasi.

Digitalisasi menyediakan kesempatan yang luas untuk akselerasi pertumbuhan usaha anggota dan peningkatan kompetensi SDM koperasi. Koperasi Jasa Benteng Mandiri Indonesia (Kopjas BMI) pada akhir Januari lalu meluncurkan platform digital BMI Institut sebagai salah satu ikhtiar menuju peradaban baru koperasi Indonesia.

Direktur Utama Kopjas BMI Yayat Hidayatullah mengatakan, platform BMI Institut menyediakan fitur-fitur dengan sejuta manfaat baik untuk masyarakat, anggota, dan pengurus koperasi. “Platform BMI Institut menawarkan beragam konten untuk memperkuat pendidikan perkoperasian maupun usaha anggota,” ungkap Yayat.

Platform digital koperasi pertama di Indonesia itu menawarkan jasa layanan konten di antaranya pendidikan koperasi bagi umum; scale up dan jenjang karir pengelola koperasi; dan pendampingan usaha anggota. Selain itu, BMI Institut menyediakan layanan pendampingan legalitas usaha, konsep pemasaran digital hingga penyusunan laporan keuangan untuk anggota BMI.

Kegiatan pelatihan maupun pendampingan akan dilakukan secara daring seperti melalui grup-grup media sosial whatsapp, telegram, dan lainnya. Kegiatan pendampingan usaha diberikan oleh pengajar yang telah berpengalaman. Oleh karenanya, anggota Koperasi BMI didorong untuk dapat mengakses layanan digital ini.

Yayat menambahkan, kehadiran platform BMI Institut diyakini dapat meningkatkan skala usaha anggota maupun pengetahuan perkoperasian di masyarakat. “Dengan pendampingan yang diberikan, diharapkan anggota bisa memulai usahanya dengan profesional dan meningkatkan kapasitas serta kualitas usahanya semakin baik,” ungkap Yayat yang juga menjabat sebagai Direktur Operasional Kopsyah BMI.

Sementara, Manajer Divisi Pendidikan dan Pelatihan Kopjas BMI Sehnuri mengatakan, selain pendampingan untuk anggota, BMI Institut menjadi tempat bimbingan belajar calon karyawan dan karyawan BMI.

“Sebelum menjadi karyawan, para calon pengelola Koperasi wajib mendapatkan bimbingan belajar dan pelatihan BMI Institut. Selanjutnya, mengikuti tes di Divisi SDM masing-masing koperasi primer BMI Grup,” ujar Sehnuri.

BMI Institut selain menanamkan ideologi perkoperasian, Model BMI Syariah dan akad-akad syariah, juga mendorong karyawan BMI memiliki banyak keterampilan yang dapat membantu proses bekerja menjadi lebih efektif dan efisien.

Nantinya terapan bimbingan pendidikan untuk karyawan BMI akan dilakukan secara berjenjang sesuai level jabatan. Semakin tinggi level jabatannya, akan semakin beragam pilihan keahlian yang bisa dipelajari.

Para calon karyawan dan karyawan BMI wajib mendapatkan pelatihan dari BMI Institut sebelum dites untuk dipromosikan ke jabatan selanjutnya. Selain pendidikan dasar perkoperasian, melalui BMI Institut karyawan akan diperkaya kapasitas soft skill nya seperti public speaking, social media, copywriter, selling skill, digital marketing dan lainnya.

Sementara untuk masyarakat umum, BMI Institut memberikan konten pendidikan perkoperasian seperti tata laksana kelembagaan dan organisasi koperasi maupun praktik terbaik tata kelola perkoperasian. Sehingga diharapkan publik dapat membedakan mana koperasi yang benar dan yang abal-abal. (Kur)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate