hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Kopinta Ekspor 60 Ton Kopi di Tengah Pandemi Covid-19

TANATORAJA—Baru berdiri sejak 2 Juli 2019 lalu, Koperasi Petani Toraja (Kopinta) mampu mengekspor kopi sebesar 60 ton selama 2020 di tengah Pandemi Covid-19.

Koperasi berlokasi di Gadangbatu, Sillanan ini beranggotakan kelompok-kelompok industri hulu-hilir kopi yang punya akses di pasar global.

Albert Otto Ketua Kopinta Albert Otto menyampaikan produknya adalah kopi Toraja dengan proses Wet Hulled ( semi wash ).

“Selain itu juga memproduksi  Dry Hulled  pada tingkatan  Good Grade dan Non Grade dalam bentuk kopi Greenbean, Roasbean dan bubuk,” ujar Albert seperti dikutip dari Sinar Tani (22/2/21).

Kopinta ini menjadi penangkar utama bibit kopi unggul terbaru Puslitkoka yang siap dipasarkan untuk konsumen.

“Koperasi petani kopi kami adalah gabungan dari UMKM kopi, KUB kopi, Kelompok petani kopi organik dan LEM Kopi yang ada di Tana Toraja,” ungkapya.

Luas kebun petani lebih kurang sembilan ribu hektar dengan produksi sekitar lima ribu ton per tahun serta ditopang oleh enam belas ribu petani, maka pasar kopi Arabika diarahkan dapat menyerap produksi besar dari petani Tana Toraja.

Kopinta mempunyai visi  membangun dirinya untuk menjadi korporasi petani kopi yang mandiri dan berkarakter dengan Visi.  Lanjut Albert pihaknya ingin memproduksi kopi bermutu tinggi sekaligus melestarikan kopi toraja.  

Koperasi dari petani anggota dihimpun kemudian dipasarkan secara luas dengan spesifikasi produk bermutu tinggi. Hasil kopi petani anggota Kopinta dan petani kopi  lain   tetap diserap walaupun dengan segala keterbatasan modal dan sarana produksi. 

Kopi Arabika Specialty Dataran Tinggi Toraja dihasilkan dari kawasan kebun kopi petani  yang berada di ketinggian 1.400 – 1800 meter di atas permukaan laut. Pada kawasan ini kopi Arabika tumbuh baik didukung oleh lingkungan yang baik dan berkearifan lokal.

Pengelolaan panen, pasca panen sampai produk jadi dilakukan oleh korporasi petani langsung yaitu KOPINTA. Specifikasi dari produk specialty ini adalah : Name       : High Land Toraja Coffee,  Origin: Tana Toraja, Elevation: 1.400 – 1.800 m dpl,  Processing : Wash Wet Hulled (Semi Wash), Variety : Lini S 795 , Catuwai,  Taste :  Almond, Vanilla, Chocomilk, Citrus, Chocolaty Palm sugar, Production capacity :  20.000 kg  ( Jun- Oktober ),  Size bean : 15 – 16,  Moisture: 11%, Cupping notes : Sweetness, Citrik  Acidity, Medium Body, Clean, After taste Medium finish, Harga : Rp80.000 – 90.000 / kg ( frangko Toraja ).

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate