hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Ragam  

Kopi Rempah Khas Dayak, Tren Baru di Kalimantan

PALANGKA RAYA—Harum biji kopi menebar aroma khas di salah satu sudut ruang rumah milik Erika di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Tampak Erika sedang menyangrai biji kopi pilihan yang ia dapatkan dari para warga di sejumlah desa di Kabupaten Pulang Pisau dan sekitarnya.

Erika,seorang pelaku usaha skala mikro di Palangkaraya dengan produk olahan berupa kopi khas daerah.

Kopi merupakan salah satu komoditi potensial di Kalteng dan kini mulai dilirik untuk diolah, serta dipasarkan di berbagai tempat. Kopi khas Kalimantan Tengah, atau yang biasa disebut khas Dayak, dinilai memiliki cita rasa tersendiri saat disajikan.

Sajian kopi yang diolah dan dipadukan dengan ragam rempah, memberi kenikmatan berbeda dari kopi yang berasal dari daerah lain.

“Saat menyeruput kopi ini, memberikan cita rasa berbeda yang seakan membawa kita ke masa lalu,” ucap Erika.

Komoditi kopi asal Kalteng memang belum begitu dikenal jika dibandingkan kopi daerah lain di Indonesia, seperti halnya kopi Gayo dari Aceh, kopi Toraja, maupun kopi Sidikalang.

Kopi khas Kalteng ini memiliki aroma harum yang memikat, juga memberi kenangan manis dari nikmatnya rasa pahit yang disajikan.

Erika mengaku usaha kopi yang ia geluti saat ini berawal dari ketidaksengajaan, yakni kerinduan menikmati kopi olahan sang nenek di masa kecilnya.

Bermodalkan rindu yang mendalam, ia memutuskan mencoba mengolah kopi sendiri seperti yang pernah disajikan sang nenek.

Erika pun mulai melangkah, mengumpulkan berbagai bahan yang diperlukan, utamanya kopi pilihan dengan mencari ke berbagai kenalannya hingga beberapa pasar di wilayah setempat.

Saat terkumpul, ia mencoba mengolah sendiri biji kopi jenis liberika yang didapat secara tradisional, di antaranya mulai dari menyortir, mencuci, menyangrai, menggiling, dan kemudian menjadi bubuk kopi hitam yang siap diseduh dengan air panas. Hingga pada akhirnya cita rasa di masa lalu pun berhasil ia dapati dan mengobati hasrat kerinduan yang dimiliki.

“Setelah puas menikmati kopi dan bernostalgia, saya pun berinisiatif juga memberikannya kepada para kerabat,” tuturnya.

Inisiatif darinya ini mendapat respon positif dari para kerabat. Setelah selesai menikmati kopi, mereka kemudian mendorong dirinya untuk memulai usaha membuat kopi.

Tren usaha kopi dalam beberapa waktu terakhir terus mengalami peningkatan, sehingga usaha ini dinilai menjadi salah satu peluang yang sayang untuk dilewatkan.

“Saya juga tertarik, dan akhirnya memantapkan diri untuk memulai usaha kopi ini,” tegasnya.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate