hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Koperasi Ternak Lampung Berpotensi Raih Dana Bergulir LPDB

BANDARLAMPUNG—Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM memberi apresiasi kepada Koperasi Produksi Ternak (KPT) Maju Sejahtera (MS). Koperasi ini dinilai punya potensi untuk mendapat pembiayaan dana bergulir.

KPT MS  ini melakukan pembiakan sapi berskema bagi hasil, pengadaan dan perdagangan sapi. Selain itu  koperasi menawarkan pinjaman sapi dan melakukan penjualan produk limbah ternak.

Direktur Utama LPDB KUMKM Supomo menyampaikan jajarannya mengamati dan mensurvei terkait eksistensi koperasi ini.

“Kami masih lihat-lihat dan survei terhadap eksistensi koperasinya. Kita juga masih menggali apa sebetulnya kebutuhan mereka. Dan mereka pun belum mengajukan proposal pembiayaan dana bergulir,” ujar Supomo dalam keterangan pers, Minggu (26/7/20).

Supomo mendampingi  Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengunjungi sentra peternakan sapi di Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung pada Sabtu (25/7/20).

Dari hasil dialog dengan para pengurus KPT MS, Supomo mengungkapkan koperasi membutuhkan ketersediaan pakan ternak dan meningkatkan populasi sapi.

Dia mengatakan, perwakilan dari Bank Indonesia (BI) Lampung juga hadir dalam dialog. Pihak BI menyebutkan Kredit Usaha Rakyat lebih tepat untuk memperkuat permodalan untuk meningkatkan populasi sapi.

Sementara LPDB KUMKM bisa berperan memperkuat permodalan untuk pengadaan pakan ternak. Menurut Supomo lagi, peternak sapi tida akan efesien kalau membeli pakan ternak sendiri-sendiri kurang efisien. Mereka bisa membeli melalui koperasi.

Ketua KPT MS Jaya Suhadi menuturkan, para anggotanya sangat ingin memiliki sapi secara kredit, hanya saja koperasi memiliki kesulitan permodalan.

“Koperasi membutuhkan sekitar 100 ekor sapi, jika ditotalkan dalam rupiah berarti sebesar Rp 2 miliar dengan masa tenor atau lamanya angsuran kredit selama 2 sampai 3 tahun,” kata Jaya. 

Seorang peternak akan membayar cicilan sekitar Rp700 ribu hingga Rp 1 juta per bulan. Besaran cicilan ini tidak memberatkan peternak.

Kebutuhan 100 ekor sapi itu tidak serta merta langsung sejumlah itu, melainkan bertahap dengan rincian setiap bulan 20 ekor sapi. Satu peternak setidaknya harus memiliki 10-13 ekor sapi.

“Namun, saat ini, para peternak yang menjadi anggota koperasi baru memiliki 1-2 ekor sapi,” pungkasnya. Sebagai catatan KPT MS dalam RAT Tahun Buku 2019 telah membagikan SHU sebesar Rp44 juta.

Koperasi ini berdiri sejak 2014 dan hingga saat ini telah memiliki 83 Anggota dari 38 kelompok ternak di kecamatan Tanjungsari dan 4 Kelompok ternak dari kecamatan Tanjung Bintang dengan anggota rata-rata 20 orang di setiap kelompok ternak. Populasi ternak sapi yang berada dalam naungan KPT Maju Sejahtera saat ini 2.886 ekor

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate