hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

Koperasi Syariah Jawa Timur Berguru Pembiayaan Air Bersih dan Sanitasi

“Hingga 31 Agustus 2026, Kopsyah BMI telah menyalurkan pembiayaan Mikro Tata Air dan Mikro Tata Sanitasi kepada 16.916 orang anggota senilai Rp91,41 miliar. Program kerja sama dengan Water.org itu dinilai berhasil dan menginspirasi gerakan koperasi di Tanah Air”.

Akses terhadap air bersih dan sanitasi layak masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat. Koperasi BMI Group menyadari hal ini dan tergerak menyediakan fasilitas pembiayaan Mikro Tata Air dan Mikro Tata Sanitasi sejak 2014 agar memudahkan anggota dalam mendapatkan salah satu kebutuhan dasar tersebut.

Pembiayaan yang bekerja sama dengan Water.org tersebut berhasil menjangkau 16.916 orang anggota senilai Rp91,41 miliar hingga 31 Agustus 2026. Ini menjadi magnet banyak pihak untuk melakukan studi tiru, seperti dilaksanakan oleh 20 orang dari Forum Koperasi Syariah Jawa Timur pada 22 – 23 September 2026 lalu.

Water.org Indonesia mendampingi kegiatan tersebut. Para peserta terlihat serius mempelajari secara langsung keberhasilan koperasi yang dipimpin Kamaruddin Batubara, yang dikenal dengan sapaan Kambara itu dalam menyediakan fasilitas pembiayaan untuk mendukung akses air bersih dan sanitasi layak. Menurut Hariri, perwakilan Water.org, studi tiru merupakan kesempatan bagi peserta untuk mempelajari pengalaman dan praktik pembiayaan air bersih dan sanitasi.

“Kerja sama Water.org dan Kopsyah BMI telah berlangsung sejak 2014. BMI telah berhasil mengembangkan program layanan pembiayaan bagi anggota untuk mengakses air bersih,” kata Hariri.

Rangkaian kegiatan studi tiru diawali dengan peninjauan operasional Rembug Pusat Kopsyah BMI di Cabang Cisauk. Selanjutnya, rombongan menuju Kantor Pusat Koperasi BMI Group untuk mengikuti sesi pemaparan dan diskusi studi tiru. Peserta juga berkesempatan meninjau Premium Outlet & Café BMI milik Kopmen BMI serta ke Kawasan Wisata Bukit Manik Indonesia di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Wakil Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Radius Usman dalam pemaparan materi menyampaikan konteks historis dan sosial pembiayaan Mikro Tata Air dan Mikro Tata Sanitasi.  Menurutnya, akses terhadap air bersih dan sanitasi layak memiliki dampak lebih luas daripada sekadar menyediakan fasilitas fisik di rumah.

“Jika masyarakat atau anggota punya akses air bersih dan sanitasi sehat, maka manfaatnya akan luas: kesehatan lebih baik, pendidikan meningkat, dan taraf hidup terangkat,” ujar Radius.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Forum Koperasi Syariah Jawa Timur Muhammad Azhari berharap studi tiru tersebut dapat memberikan wawasan baru bagi peserta. “Pengalaman selama kunjungan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi koperasi di Jawa Timur untuk mengembangkan produk yang tidak semata-mata berorientasi pada transaksi keuangan, tetapi juga mampu menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat,”ujar Azhari.

Inisiatif strategis Kopsyah BMI memfasilitasi pembiayaan tersebut merupakan salah satu aksi konkret koperasi dalam mengatasi masalah anggota. “Koperasi sebagai amanat konstitusi harus hadir menjawab problematika anggota dan masyarakat,” tegas Kambara dalam banyak kesempatan. (Dje)

pasang iklan di sini
lpdb.go.id