hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Ragam  

Koperasi Solusi Ekonomi Bangsa

Untuk menjadikan koperasi sebagai arus utama diperlukan pembaruan regulasi dan pembenahan di internal dengan inovasi produk dan layanan yang sesuai perkembangan zaman.

Nilai keadilan dan kesetaraan merupakan keunggulan koperasi dibanding badan usaha lainnya. Sehingga koperasi dapat menghasilkan pemerataan pendapatan bagi anggota yang pada gilirannya akan mendongkrak pemerataan kesejahteraan di tengah masyarakat. Oleh karenanya, koperasi menjadi solusi ekonomi dan akan tetap relevan sepanjang masa.

“Para pendiri bangsa sudah menempatkan koperasi sebagai bagian penting untuk mencapai kemakmuran negeri,” ungkap Sri Untari Bisowarno, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) sekaligus Ketua Umum Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) Malang, Jawa Timur.

Koperasi sebagai kumpulan orang menempatkan anggota sebagai pemilik, pengguna dan pengendali. Dengan sirkuit ekonomi yang terjadi di koperasi, akumulasi modal tidak terkonsentrasi pada satu orang saja tetapi menyebar ke seluruh anggota. Mekanisme ini lebih memungkinkan terciptanya pemerataan ekonomi dan kesejahteraan.

Agar dapat menjadi solusi, koperasi perlu beradaptasi dengan perubahan zaman antara lain lebih mengoptimalkan layanan digitalisasi. Dengan begitu, koperasi dapat menjawab kebutuhan anggota dan masyarakat yang kini cenderung pada transaksi digital yang lebih mudah dan cepat.

Sebagai Ketum Dekopin, Untari mengaku senang dengan beberapa koperasi, terutama skala besar yang mengadopsi teknologi dalam memberikan layanan kepada anggota. Sehingga layanan koperasi tidak kalah dengan lembaga keuangan lainnya. Namun demikian, ia tidak menampik jika masih banyak koperasi yang belum melek digital. “Dekopin terus mendorong anggotanya agar melek digital sesuai dengan perkembangan zaman, sehingga koperasi dapat melayani anggota dengan lebih optimal,” ujar Untari.

Salah satu terobosan digital yang dilakukan Dekopin adalah melakukan edukasi dan sosialisasi berkoperasi terutama kepada generasi milenial dan Gen Z melalui media film. Sehingga kedua populasi terbesar di Indonesia itu diharapkan dapat lebih mengenal koperasi dan menjadikannya sebagai jalan utama dalam membangun perekonomian. Dari edukasi melalui film ini, Dekopin menargetkan 5 juta milenial berkoperasi.

Terkait dengan usia gerakan koperasi yang sudah 75 tahun, Untari mengakui hingga kini sokoguru ekonomi itu belum menjadi arus utama (mainstream). Tahapannya masih pada level mengajak masyarakat untuk bergabung menjadi anggota.  Kelahiran Undang-undang Cipta Kerja diharapkan dapat menempatkan koperasi sebagai pelaku usaha penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi.

Untuk menjadikan koperasi lebih bergigi, kata Untari, diperlukan komitmen keberpihakan pemerintah. “Pemerintah perlu mendorong koperasi sebagai arus utama yang diikuti dengan perbaikan regulasi yang lebih berpihak kepada koperasi,” pungkasnya. (Kur) 

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate