hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

KOPERASI MODERN PERTAMA SIKKA CANANGKAN LOGO 50 TAHUN

Apresiasi eksistensi usia setengah abad ditandai dengan penerbitan Logo 50 Tahun sebagai penanda pencapaian prestasi dan harapan yang lebih baik pada hari esok.

Perjalanan setengah abad Kopdit Obor Mas agaknya tak hanya panjang di rentang usia, koperasi yang berdiri pada 1972 ini juga tercatat sebagai koperasi modern pertama di Kabupaten Sikka, NTT yang sukses menembus deretan koperasi besar nasional. Sebagai penanda dari eksistensi yang relatif panjang itu, Jumat (21/5/2021) lalu, pengurus dan manajemen menerbitkan logo 50 tahun Kopdit Obor Mas yang diluncurkan oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Perhelatan tahun emas 50 tahun ini, kata Ketua Kopdit Obor Mas Andreas Mbete memang masih akan berlangsung pada 4 November tahun 2022. Namun pihaknya sejak jauh hari sudah menyosialisasikan  hari jadi itu kepada anggota dan juga masyarakat. “Kami ingin kabarkan kepada semua anggota dan juga masyarakat di Flores, khususnya Kabuparen Sikka, bahwa dalam lima dasa warsa perjalanannya, kopdit Obor Mas tetap eksis berkontribusi bagi perekonomian masyarakat,” ujarnya kepada Peluang di sela kunjungan Menkop UKM. Selain dihadiri Menkop UKM Teten Masduki, peluncuran logo 50 tahun itu juga dihadiri, Wakil Bupati Sikka Romanus Woga, Deputi Perkoperasian Ahmad Zabadi, Sekda Sikka, Alvin Pareram, Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sylvia RP Djawang, Ketua Kopdit Pintu Air Yakobus Jano, dan sekitar 100 orang undangan lainnya tediri dari para pengurus, anggota dan karyawan Kopdit Obor Mas. Dalam ajang bertajuk Silaturahmi dan Ngopi Bareng itu, Teten Masduki menilai Kopdit Obor Mas termasuk koperasi yang berhasil melakukan transformasi ke sektor riil melalui spin-off.  Ini sesuai dengan harapan pemerintah agar koperasi serius mengembangkan sektor produksi untuk memberi efek berganda pada perekonomian.

“Saya menyambut baik spin off dan transformasi Kopdit Obor Mas yang masuk ke sektor produksi. Itu luar biasa. Untuk koperasi simpan pinjam, pastikan pinjaman itu bukan untuk konsumsi tetapi untuk membiayai usaha bersama,” ucap Teten. 

Seperti diketahui, selain tetap konsisten menjakankan usaha intinya di simpan pinjam, Kopdit Obor Mas juga mulai mengembangkan usaha produktif, antara lain sektor perumahan dan usaha jambu mente. Perluasan usaha ke sektor riil produktif ini diyakini dapat menggenjot kinerja Obor Mas pada masa mendatang. Pengembangan usaha ke sektor produktif itu memang cukup menjanjikan, terutama dengan dukungan anggota yang saat ini sudah 102 ribu orang serta pencapaian aset per 2020 sebesar Rp1,2 triliun dan anggota sebanyak 102 ribu orang. Pada kesempatan itu, General Manajer Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering menambahkan, peluncuran Logo 50 Tahun merupakan momentum untuk mengakselerasi kinerja Kopdit Obor Mas yang lebih baik. “Logo 50 Tahun Kopdit Obor Mas membawa pesan pencapaian prestasi dan harapan yang lebih baik pada masa mendatang,” ujar Frediyanto seraya meminta kehadiran Menkop Teten pada puncak perayaan tahun emas Kopdit Obor Mas pada November 2020.  (Dja/Irm)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate