hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Koperasi Kerta Semaya Samaniya Ekspor 12 Ton Kakao

JAKARTA—Para petani kakao yang tergabung dalam Koperasi Kerta Semaya Samaniya (KSS) berhasil mengekspor 12 ton biji kakao fermentasi organik ke Den Haag, Belanda senilai Rp600 juta.

Para petani itu berlokasi di Desa Nusari, Jembrana, Bali ini merupakan Desa Devisa Kakao binaan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Corporate Secretary LPEI Agus Windiarto menyampaikan, ekspor dilakukan mandiri atau tanpa melalui pihak ketiga atas dukungan LPEI yang bekerja sama dengan Bea Cukai Denpasar. Sekalipun sempat terkendala karena pandemi Covid-19.

“Dalam kondisi pandemi Covid-19, Koperasi KSS mengalami kesulitan untuk mengirim sampel produk kakao ke negara tujuan. Di antaranya karena bisnis buyer yang terhenti di Eropa hingga kesulitan memenuhi proses administrasi dan pemeriksaan produk dan dokumen,” ungkap Agus dalam keterangannya, Kamis (22/10/20).

Menurut Agus pandemi memaksa  banyak pesanan ekspor Desa Devisa di Bali maupun Yogyakarta terpaksa ditunda. Pihaknya menghadapi  kendala administrasi dan pemeriksaan yang lebih ketat di negara tujuan mengingat sejumlah negara menerapkan kebijakan lockdown.

Sementara Ketua Koperasi KSS I Ketut Wiadnyana mengatakan, pada tahun lalu, Koperasi KSS hanya memiliki satu buyer luar negeri dengan jumlah pengiriman produk biji kakao tidak mencapai delapan ton.

Saat bersamaan, Koperasi KKS juga telah memiliki 22 list buyer lokal sebanyak 40 persen dan global 60 persen. Jumlah produksi per tahun khusus untuk biji kakao organik mencapai 60 ton.

Pada awal pandemi Covid-19, Koperasi KSS kehilangan tiga Purchase Order (PO) sebesar 19 ton dari buyer potensial di luar negeri karena berhentinya proses bisnis para buyer.

Koperasi KSS dibentuk pada 2006, namun sempat mengalami kebangkrutan. Kemudian pada 2011, koperasi tersebut bangkit kembali dan bisa berjaya hingga kini. Pada 2012, Koperasi KSS pun menjadi mitra Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Koperasi KSS mendapat bantuan berupa pelatihan, sarana dan prasarana, hingga koneksi.

Hingga 2019, koperasi memiliki luas lahan sebesar 619 hektare.   Koperasi meraup omzet pada 2017 sebesar Rp1,75 miliar dan  Rp1,82 miliar pada 2018. atau tumbuh 4% secara tahunan.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate