SUBANG—-Bupati Kabupaten Subang Haji Ruhimat memperlihatkan wajah bangga ketika para petani yang bergabung dalam Koperasi Ganas Madu Sejahtera (KGMS) menyerahkan bibit pinang batara di Griya Cinangsi, Cibogo, Kabupaten Subang, Jawa Barat, 5 November lalu.
Bupati mengagumi ternyata ada inisiatif dari bawah ini yang membuat terobosan untuk menambah komoditas pertanian di daerahnya. Ruhimat mengatakan, upaya yang telah dilakukan oleh koperasi Ganas Madu Sejahtera ini merupakan langkah yang ditunggu-tunggu oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang.
“Upaya ini dapat menambah rasa optimis terhadap kemajuan ekonomi Subang,” kata dia.
Menurut Ketua KGMS Ratno Pujana pendirian koperasi ini memang tergugah oleh program pemerintah terkait ketahanan pangan. Para penggagas kemudian berkoodrinasi dengan Dinas Koperasi Kabupaten Subang untuk pembentukan koperasi produsen ini.
Pada 4 Agustus 2020 berdirilah koperasi yang merupakan akronim Gabungan Anak Subang Maju. Mulanya berkantor dikediaman pribadi Ratno di Griya Cinangsi, namun kemudian sudah punya kantor operasional di Gerimang, Sukamelang, Subang.
“Pada awal pembentukan koperasi anggota kami hanya 24 orang, Alhamdulillah sekarang hampir 273 anggota, 1 bendahara 1 sekertaris 4 manager usaha dan 2 anggota pengawas,” ungkap Ratno kepada Peluang, Jumat (13/11/20).
KGMS merupakan koperasi produsen yang bergerak di bidang pertanian atau agribisnis. Saat ini baru 2 komoditas yang dikembangkan, yaitu serai wangi varietas G2 dan Pinang Betara Organik. KGMS ingin meningkatkan tarif hidup ekonomi petani ke arah yang lebih baik.
Mantan karyawan BUMN ini menuturkan, untuk tanaman serai wangi, koperasi melakukan penanaman perdana 30 September 2020 bersama Wakil Bupati Subang di tanah seluas satu hektare di lahan, milik salah seorang anggota koperasi.
“Sekarang sudah ada perluasan sampai 5 ha di beberapa lokasi. Untuk pinang betara, kami baru launching pada 5 nov 2020 bersama bupati subang dan sudah tertanam seluas 5 ha. Kami juga sudah punya offtaker,” terang alumni D3 Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran lulusn 1999 ini.
Lanjut dia, Untuk komoditas serai wangi, mulai bisa produksi pada usia tanaman 7 bulan, ke depan per 3 bulan bisadilakukan pemanenan (daun). Sementara untuk komoditas pinang baru berproduksi di usia tanaman tiga tahun. KGMS juga berencana mengembangkan agrowisata
Saat ini petani di wilayah Subang masih konvensional dan mayoritas masih menanam padi. KGMS mencoba merubah mindset petani untuk bertani kearah yang lebih produktif dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi serta pasar yang jelas.
“Secara geografis wilayah Subang sangat memungkinkan untuk kita eksplore di bidang pertanian mengingat masih banyak lahan-lahan milik perum BUMN yang masih belum produktif,” tutup dia (Van).








