
PeluangNews, Serdang Bedagai – Sebidang tanah kosong yang dulu hanya ditanami ubi kini menjelma menjadi simbol harapan baru bagi warga Desa Mangga Dua, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara.
Dalam hitungan hari, bangunan Koperasi Desa Merah Putih Mangga Dua akan rampung dan siap beroperasi, membawa mimpi besar tentang ekonomi desa yang lebih mandiri dan berkeadilan.
Pembangunan koperasi ini lahir dari musyawarah warga. Dari petani, tokoh agama, hingga perangkat desa duduk bersama, menyepakati satu tujuan: menghadirkan pusat ekonomi yang benar-benar berpihak pada masyarakat. Tanah yang digunakan merupakan lahan izin pakai dari Kementerian Pertanian, yang kemudian dioptimalkan menjadi lokasi strategis bagi aktivitas koperasi.
Babinsa Desa Mangga Dua, Serma Budi Santoso, menyebut proses pembangunan berlangsung dengan semangat gotong royong yang kuat. TNI, kata dia, hadir bukan sebagai pengambil alih, melainkan pendamping masyarakat agar pembangunan berjalan lancar.
“Antusiasme warga luar biasa. Ini bukan sekadar bangunan, tapi harapan bersama agar ekonomi desa bisa bergerak dari desa sendiri,” ujarnya.
Hingga awal Februari, progres pembangunan gedung koperasi telah menembus 98 persen. Warga menanti momen koperasi ini dibuka, karena kehadirannya diyakini akan memangkas biaya hidup dan memudahkan akses kebutuhan sehari-hari.
Kepala Desa Mangga Dua, Budi Santoso, menegaskan koperasi ini dirancang tidak hanya sebagai tempat belanja, tetapi juga sebagai pusat penguatan potensi lokal. Produk pertanian, khususnya padi dan hasil tani warga, akan menjadi salah satu fokus utama pengembangan usaha.
“Kami ingin koperasi ini jadi rumah bagi hasil kerja petani. Harga lebih adil, akses lebih dekat, dan manfaatnya kembali ke warga,” katanya.
Harapan serupa datang dari Khairuddin, Bendahara Koperasi Desa Merah Putih Mangga Dua. Ia menilai koperasi harus menjadi ruang berbagi dan tumbuh bersama.
“Tujuan kami jelas, membangun kemandirian ekonomi desa. Dari warga, oleh warga, dan untuk warga,” ujarnya.
Bagi Hari Prasetyo, petani sekaligus anggota koperasi, kehadiran koperasi ini akan mengubah keseharian warga. Selama ini, ia dan warga lain harus menempuh jarak cukup jauh ke kota untuk membeli pupuk, alat pertanian, hingga kebutuhan rumah tangga.
“Nanti semua bisa didapat di desa sendiri, harganya juga lebih terjangkau. Ini sangat membantu,” ucapnya.
Antusiasme juga dirasakan Suryani, ibu rumah tangga berusia 39 tahun. Ia berharap koperasi tak hanya menyediakan sembako, tetapi juga kebutuhan kesehatan.
“Kalau bisa ada obat-obatan dan kebutuhan rumah tangga lengkap, kami sangat terbantu,” tuturnya.
Meski optimisme menguat, tantangan ke depan tetap ada, terutama menjaga koperasi agar berkelanjutan dan dikelola secara profesional. Pemerintah desa berharap Koperasi Merah Putih Mangga Dua tak berhenti sebagai proyek awal, melainkan tumbuh menjadi contoh bagi desa-desa lain.
Dengan jadwal operasional pada pertengahan Februari, koperasi ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, dan menjadi bukti bahwa gotong royong masih menjadi fondasi kuat pembangunan desa.
Dari lahan sederhana hingga pusat aktivitas ekonomi, Koperasi Desa Merah Putih Mangga Dua bukan sekadar tempat transaksi, melainkan cermin semangat warga desa membangun masa depan bersama.








