Menyandarkan dukungan dari anggota, seluruh usaha Koperasi BMI kini terus berkembang. Inovasi pun tiada henti dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan anggota dan pemerataan ekonomi.
Kebutuhan anggota yang semakin beragam mendorong Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI) untuk terus berusaha menyediakannya. Mulai dari kebutuhan pokok seperti beras sampai kebutuhan ibadah haji dan umrah.
Presiden Direktur Kopmen BMI, Kamaruddin Batubara mengatakan, sebagai implementasi dari Model BMI Syariah, pihaknya terus menumbuhkan usaha baru dan mengembangkan usaha yang telah berjalan dengan tujuan menyejahterakan ekonomi anggota. “Koperasi harus hadir untuk memenuhi kebutuhan anggota demi pemerataan ekonomi,” ungkap Kamaruddin atau biasa disapa Kamabara.
Seperti diketahui, dalam Model BMI Syariah ada lima pilar pemberdayaan yaitu Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Sosial dan Spitual. Kelima pilar itu diimplementasikan dalam lima instrumen yaitu Sedekah, Pinjaman, Pembiayaan, Simpanan dan Investasi.
Saat ini Kopmen BMI memiliki beragam unit usaha yaitu mini market dan grosir; konstruksi dan toko bangunan; elektronik dan furnitur, Cafe Kopi Rindoe Benteng; dan tour & travel. Didirikannya unit-unit usaha tersebut sesuai dengan kebutuhan anggota dan potensi pasar.
Pengelola pun terus mengembangkan inovasi untuk membesarkan usaha koperasi. Ambil contoh di unit konstruksi dan toko bangunan yang memfasilitasi pembangunan rumah anggota mulai dari tahap perencanaan sampai pengerjaaan bangunannya. Anggota pun dapat mengusulkan desain rumah idaman yang diinginkan (customize).
Unit usaha konstruksi dan toko bangunan Kopmen BMI juga menawarkan harga yang kompetitif dibanding dengan toko bangunan lain. Dengan begitu anggota dapat memperoleh harga penawaran yang tidak memberatkan kantong. Selain itu, produk yang dijual terjamin mutunya karena dipasok oleh vendor berkualitas. Keuntungan lainnya adalah di akhir tahun, anggota dapat menikmati pembagian hasil usaha seiring dengan berkembangnya bisnis koperasi.
Kopmen BMI juga memiliki kepedulian untuk melestarikan kearifan lokal. Ini terlihat dari dijualnya produk kopi Benteng khas Tangerang di Cafe Kopi Rindoe Benteng. Anggota dan masyarakat dapat mencicipi segelas kopi benteng dan jenis lainnya serta aneka makanan ringan di tempat yang cozy. Desain Cafe ini juga cukup unik karena didominasi warna ungu sebagai identitas Kabupaten Tangerang.
Yang tidak kalah pentingnya, para pekerja di Cafe Kopi Rindoe Benteng seluruhnya adalah pekerja lokal. Hal ini imerupakan kontribusi nyata dari koperasi dalam menyerap tenaga kerja. Sesuatu yang sangat berarti terlebih di tengah kondisi sulitnya mencari lapangan pekerjaan sebagai ekses dari pandemi Covid-19.
Kamaruddin menambahkan, sebagai lembaga ekonomi yang berasaskan gotong royong dan kekeluargaan dengan landasan nilai-nilai syariah, Kopmen BMI tidak hanya menjual produk saja tetapi menjalankan fungsi pemberdayaan. Ini terlihat dari dijajakannya beberapa produk buatan anggota di mini market dan grosir maupun di Cafe Kopi Rindoe Benteng. “Peran pemberdayaan terus kami lakukan sebagai wujud nyata dari praktik berkoperasi yang sebenarnya,” ujar Kamabara.
Ungkapan Kamaraba, peraih Satyalancana Wira Karya Tahun 2018 dari Presiden RI itu bukan sekadar pepesan kosong. Tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan. Ambil contoh, beras yang dijual di mini market merupakan produk dari anggota yang dibeli oleh Kopmen BMI. Beras ini pun telah melalui proses quality control yang terjaga sehingga dijamin kualitasnya.
Selain itu, di mini market juga dapat dijumpai aneka produk kerajinan seperti batik dan peci hasil produksi anggota binaan Koperasi BMI. Dengan kata lain, rantai pasok produk yang dijajakan di mini market sebagian besar berasal dari anggota.
Bagi Kopmen BMI, anggota sejatinya merupakan pemilik, pengguna dan pengendali koperasi. Oleh karenanya, koperasi berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada anggota. Pada sisi lain, anggota pun mendukung usaha koperasi dengan cara antara lain berbelanja dan menggunakan layanan jasa di unit-unit usaha tersebut.
Dalam perkembangannya, hubungan simbiosis mutualisme antara anggora dan koperasi berjalan dengan baik. Ini ditunjukkan dengan meningkatnya minat anggota untuk berbelanja di unit usaha Kopmen BMI. Selain untuk memenuhi kebutuhannya, anggota pun merasa nyaman dalam bertransaksi.
Sebagai koperasi modern, BMI pun telah melakukan digitalisasi layanan di unit-unit usahanya melalui penggunaan doit BMI. Dengan begitu, transaksi menjadi lebih cepat, mudah dan aman. Anggota pun mendapatkan pengalaman baru yang mengesankan dengan transaksi doit BMI tersebut. Penggunaan uang digital ini juga sejalan dengan imbauan pemerintah agar koperasi tampil modern dan mengikuti tren digital. Layanan contactless ini juga sangat cocok dengan kondisi kekinian untuk mengurangi penyebaran wabah Covid-19.
“Dalam keadaan pandemi seperti ini, peran anggota justru harus semakin menguat, maka pentingnya pendidikan perkoperasian terasa di sini. Dan kita juga mendampingi anggota tidak sebatas mendampingi begitu saja, tapi menjadi konsultan usaha juga, Kita memandu anggota untuk melakukan transformasi usaha yang relevan dengan kondisi saat ini. Dan yang penting, kita manfaatkan pasar online melalui marketplace dengan maksimal, kita siapkan itu semua untuk anggota kita. Bahkan kita mulai menggunakan uang digital, doitBMI, semua transaksi antara anggota kita sudah bisa dilakukan dengan uang digital doitBMI, sehingga lebih efektif, real time dan terhindar dari penularan Covid 19 melalui uang tunai,” ujar Kamabara.
Inovasi Dana Talangan Haji
Ibadah haji merupakan dambaan setiap umat Islam yang taat. Buktinya, calon jamaah haji terus meningkat setiap tahun. Meski demikian, ada sebagian umat yang belum bisa mendaftar haji karena terkendala biaya. Untuk mengatasi hal itu, Koperasi BMI menyediakan dana talangan haji. “Kami ingin membantu anggota untuk menunaikan ibadah haji melalui fasilitas dana talangan,” ujar Kamabara.
Fasilitas dana talangan haji sebesar Rp25 juta ini diharapkan dapat memudahkan anggota yang ingin berangkat ke Tanah Suci. Pembayaran cicilan dapat dilakukan setelah anggota kembali dari berhaji. Anggota dapat mengakses fasilitas dana talangan ini di seluruh jaringan kantor Koperasi BMI.
Selain memfasilitasi anggota calon jamaah haji, Kopmen BMI melalui Divisi Tour & Travel juga menyediakan layanan jasa umrah. Ini juga tidak lepas dari tingginya minat anggota untuk melaksanakan “haji mini” tersebut. Bekerja sama dengan mitra-mitra yang kredibel dan berpengalaman, anggota dipastikan nyaman ketika melaksanakan ibadah umrah.
Menurut Kamabara, pendirian usaha baru maupun pengembangan usaha yang dilakukan Koperasi BMI merupakan bagian dari membumikan praktik koperasi yang benar dan baik sesuai prinsip dan jatidiri koperasi.
“Koperasi yang baik adalah koperasi yang menciptakan captive market, oleh karena itu anggota harusnya semakin banyak. Koperasi harus mengajak dan semua orang untuk mudah menjadi anggota koperasi. Dengan banyak anggota bergabung barulah koperasi akan mendapatkan skala ekonomi yang cukup untuk menciptakan captive market. Koperasi juga harus mampu menjadi alat pemberdayaan, jadi koperasi yang baik juga melakukan pendampingan atas semua anggota yang mendapatkan pembiayaan. Koperasi juga harus menjadi solusi bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kesejahteraan,” pungkas Kamabara.
Aktivitas usaha yang dilakukan Koperasi BMI secara nyata telah membantu anggota dalam memenuhi kebutuhannya. Yang jauh lebih penting, dengan model usaha yang menekankan peran dan dukungan anggota dapat mempersempit jurang kesenjangan ekonomi, hal yang masih menjadi momok di usia Republik yang kini mencapai 75 tahun ini.








