hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

KOPERASI ASTRA CETAK ‘GAIN’ RP 62,92 MILIAR

Keberhasilan pengelolaan unit bisnis simpan pinjam dan investasi melalui kepemilikan saham di beberapa anak perusahaan mengantarkan Koperasi Astra menjadi Kopkar dengan volume usaha terbesar pada 2020. SHU nya tercetak fantastis Rp 62,92 miliar.

Tak terpungkiri, setahun kelangsungan pandemi covid-19 membuat sejumlah anak perusahaan Koperasi Astra mengalami penurunan. Dari lima anak usaha yang beroperasi sepanjang 2020, di antaranya, yaitu PT Unimitra Aspera dan PT Swakarsa Cipta Mandiri menuai minus, namun dapat diimbangi  dengan keuntungan anak perusahaan lainnnya, yaitu PT Sigap Prima Astrea (SPA), PT Sigap Garda Pratama (SGP) dan PT Cipta Maritim Utama.

Dalam laporannya pada Rapat Anggota Tahunan yang berlangsung virtual pertengahan April lalu, Ketua Umum Koperasi Astra Surjani Slamet menyampaikan, sepanjang 2020, SPA meraih pendapatan sebesar Rp269,13 miliar, naik 14,32 persen dibanding 2019 sebesar Rp235,42 miliar. Disusul SGP meraup pendapatan Rp79,19 miliar, naik 0,83 persen dibanding 2019 sebesar Rp78,53 miliar. Pencapaian positif lainnya terlihat pada simpanan anggota sebesar Rp773,14 miliar naik 6,93 persen dibanding 2019 sebesar Rp723,02 miliar. Sedangkan penyaluran pinjaman menurun 13,59 persen dari Rp495,57 miliar per 2019 menjadi Rp428,24 pada 2020.

Kerugian dialami sejumlah anak perusahaan, masih kata Surjani, utamanya karena kondisi perekonomian yang lunglai akibat dampak pandemi covid-19. PT Unimitra Aspera (UMA) misalnya tak mampu menutup kerugian dari usaha Gondola (kareta gantung) di Taman Impian Jaya Ancol. Hal ini disebabkan terjadinya penurunan jumlah pengunjung Gondola hingga 73,20 persen, dari sebelumnya sebanyak 227.950 pengunjung hanya tinggal 61.156 pengunjung. Dampak penurunan pengujung tersebut pendapatan tiket Gondola hanya Rp3,67 miliar, turun 73,54 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp13,87 miliar. Anak perusahaan lainnya yang menderita rugi adalah PT Swakarsa Cipta Mandiri (SCM) dengan tiga bidang usaha, yaitu  jasa pengelolaan dan penyimpanan arsip dokumen yang dikenal dengan Asgrafo, penyediaan seragam serta kepemilikan 1 outlet shop and drive. Kendati kinerja Asgrafo cukup moncer dengan kenaikan hingga 205,42 persen, namun bidang usaha lainnya merosot sehingga total pendapatan perusahaan turun 12,99% dari Rp7,15 miliar ditahun 2019 menjadi Rp6,22 miliar.

 Guna mengefektifkan  segenap unit usaha, Surjani menandaskan  pihak manajemen melakukan efisiensi di berbagai bidang, antara lain meniadakan seremoni pemberian beasiswa yang memang membutuhkan biaya cukup besar. Namun demikian dana beasiswa tetap sama seperti tahun sebelumnya. Secara keseluruhan Koperasi Astra masih mempu bernapas lega, karena pencapaian kinerja tahun 2020 cukup menggembirakan, terutama dengan kenaikan aset  menjadi sebesar Rp1,42 triliun dan perolehan SHU sebesar Rp62,92 miliar. Ini SHU koperasi terbesar yang diumumkan terbuka dalam laporan RAT. 

Alokasi Aktivitas CSR

Sebagai wujud dari tanggung jawab sosial terhadap lingkungan (CSR) dan kesejahteraan keluarga anggota, pada 2020 Koperasi Astra telah mengalokasikan dana beasiswa kepada 4.516 anak anggota, mulai dari tingkat SD hingga universitas sedikit meningkat dibanding tahun 2019 yang sejumlah 4.500 anak anggota dengan total nominal sebesar Rp7,70 miliar. Bertepatan dengan hari jadinya ke 30, Koperasi Astra menggelar Program Sehat donor darah dan membagikan buku. Selain itu ada kegiatan yang dilakukan Koperasi Astra bekerja sama dengan yayasan dari Grup Astra, seperti sumbangan untuk bencana alam.

Ke depan, Surjani menargetkan penataan dan perkuatan sistem manajemen operasi di Koperasi Astra, di mana self maintenance dan segala proses jadi kesatuan, sehingga mudah dimonitor, seperti autopilot. Dengan kesiapan system yang sudah terintegrasi tersebut, setidaknya tandas Surjani, Koperasi Astra dapat menahan goncangan saat menghadapi badai seperti yang terjadi tahun lalu.  (Irm/ Van)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate