Komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan anggota antara lain diwujudkan melalui pengembangan usaha sektor riil.
Komitmen Kopdit Pintu Air untuk menggenjot sektor riil tidak main-main. Ini dibuktikan dengan rencana membangun stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di dua lokasi yakni di desa Dulipali, Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur, yang terletak dipinggir ruas jalan Maumere – Larantuka dan di desa Nita Kecamatan Nita Kabupaten Sikka.
Ketua KSP Kopdit Pintu Air Yakobus Jano memohon doa restu kepada semua anggota yang tersebar di seluruh Indonesia agar niat luhur ini bisa terealisasi demi meningkatkan kesejahteraan anggota. Selain itu, untuk meningkatkan prestise Kopdit Pintu Air yang basis anggotanya adalah nelayan, tani, peternak dan buruh.
“Saya mohon doa restu kita sekalian agar tim percepatan pembangunan SPBU yang dipimpin Suitbertus Amandus dan Tobias Pateli, akan bertemu Gubernur NTT Buntilu Laiskodat untuk mendapatkan dukungan pemerintah setempat,” ujar Jano dalam sambutannya pada acara ritual adat wewar huler wair dan pemberian makan kepada leluhur di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Lokaria, Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka.
Rencana pembangunan SPBU sebenarnya sudah lama terpendam yakni sejak 2018. Namun belum bisa terealisasi kerena mengalami kendala teknis. Kini, rencana itu akan segera diwujudkan dalam waktu dekat. Saat ini, tim percepatan pembangunan SPBU telah memproses pendaftaran secara online dan menunggu hasil verifikasi.
Jano menambakan untuk pembangunan SPBU ini telah dibentuk badan hukum PT Pintar Sumber Energi. PT ini merupakan implementasi dari pengembangan sektor rill bidang sumber daya energi dengan fokus kegiatan adalah pembangunan SPBU. Nantinya SPBU ini akan menyediakan bahan bakar Premium, Pertamax, dan Pertalite. Selain itu, menyediakan isi ulang elpiji untuk memenuhi kebutuhan anggota Kopdit Pintu Air dan masyarakat umum.
KCP Lokaria Naik Status
Sejalan dengan upaya menggenjot sektor riil, Kopdit Pintu Air terus meniggenjot kualitas layanan kepada anggota. Salah satunya dengan meningkatkan status KCP Lokaria menjadi Kantor Cabang ke-53. Peralihan status itu ditandai dengan ritual adat wewar huler wair (Pendinginan) dan pemberian makan kepada leluhur (Sesajin).
Seremoni acara diawali dengan ritual adat memberikan makan leluhur oleh tokoh adat Paulina Poa. Proses ritual adat itu dihadiri oleh Yakobus Jano bersama pengurus, Wakil Pengawas Yengki Rikkard Sado bersama jajaran pengawas beserta para Kepala Divisi dan Deputi KSP Kopdit Pintu Air.
Menurut Jano, KCP Lokaria adalah anak dari Kantor Cabang Maumere. Untuk meningkatkan pelayanan prima kepada anggota, Cabang Maumere sudah mengembangkan 2 kantor cabang yaitu arah barat Kantor Cabang Magepanda dan arah timur Kantor Cabang Lokaria. “Kita bekerja untuk anggota dengan melayani secara sungguh-sungguh,” pungkas Jano. (Nivan).








