Maumere ( Peluang) : Tak ada yang sulit bagi Yakobus Jano, kegigihannya membangun Koperasi Kredit ( Credit Union) Pintu Air mengundang kagum di kalangan pegiat perkoperasian. Kopdit yang berlokasi di sebuah desa kecil, Rotat, Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini mencetak kinerja unggul dengan meraih posisi Kopdit Terbaik tingkat nasional empat tahun berturut-turut sejak 2019. Keberhasilan itu terlihat dari jumlah anggota, aset dan pinjaman beredar yang terus meningkat di bilangan triliunan rupiah.
“Tak ada yang tak mungkin jika kita memang bersungguh-sungguh ingin maju, tekun, ulet dan yakin usaha lancar,” kata Yakobus Jano saat memberi laporan dalam Misa Syukur dan pembukaan Rapat Anggota Tahunan ke XXVII Kopdit Pintu Air, Kamis (4/5) di Rotat, Maumere, NTT. RAT yang digelar dua hari itu, dibuka secara virtual oleh Menteri Koperasi UKM Teten Masduki. Hadir pada kesempatan itu Wakil Bupati Kabupaten Sikka Romanus Woga, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Sikka Yosef Benyamin, sekitar 500 anggota perwakilan yang hadir offline maupun ribuan anggota lainnya dari 59 Kantor Cabang (KC) dan 5 Kantor Cabang Pembantu (KCP) yang hadir secara virtual.
Dalam laporannya, Yakobus Jano menyampaikan kinerja kopdit yang dipimpinnya mengalami berbagai pasang surut usaha, terlebih saat pandemi melanda sepanjang tiga tahun lalu. “Sejumlah anak usaha ada yang mengalami penurunan, stagnan dan ada juga yang meningkat. “Namun secara umum kinerja Kopdit Pintu Air tetap positif karena kami yakin usaha ini adalah untuk membantu semua orang terutama bagi mereka yang tak terlayani oleh lembaga keuangan perbankan,” ujarnya.
Berangkat dari keyakinan yang kuat tersebut, Jano kembali menegaskan, dalam dua tahun ke depan, Kopdit Pintu Air harus mampu mengumpulkan aset sebesar Rp 4,5 triliun dengan jumlah anggota 1 juta orang. Target tersebut diusung melalui tema RAT ke XXVII ini, yaitu Memberdayakan Sejuta Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif Masyarakat Nelayan, Petani, Peternak dan Buruh.
Hakekat berkoperaai, lanjut Jano, adalah kumpulan manusia, bukan kumpulan uang. ” Jika anggota terus bertumbuh maka uang akan datang dengan sendirinya. Dengan koperasi kita meningkatkan martabat manusia dan tidak melulu mengedepankan uang,” imbuhnya.
TARGET REALISTIS
Saat memaparkan proyeksi Kopdit Pintu Air ke depan yang berlangsung hari ini, Jumat (5/5), Jano menegaskan pencapaian aset Rp 4,5 triliun dan sejuta orang anggota pada 2025 itu adalah target yang realistis, mengingat jangkauan operasional Kopdit Pintu Air kini sudah semakin luas, 59 KC dan 5 KCP tersebar di berbagai provinsi di tanah air.
Sekadar pembanding, lanjut Jano, pada 2002 ketika anggota hanya 329 orang, saat itu Jano memasang target 10 tahun ke depan yaitu 2012, anggota akan mencapai 30 ribu orang. “Waktu itu target ini dibilang gila dan tidak realistik. Nyatanya sesuai rencana Tuhan, Pintu Air malah mampu melampaui target tersebut, sebanyak 37.191 anggota ,” kenang Jano.
Dengan jumlah anggota yang semakin besar saat ini ( 2022) sekitar 300 ribuan orang, maka target sejuta anggota akan makin realistis. “Kita kini menerapkan strategi Jempola atau Jemput Bola dan kita gandeng dengan sejuta pelaku ekonomi kreatif, kunjungi mereka yang jauh dan yang ekonominya kurang mampu, bantu mereka, sesuai motto kopdit ini: Aku susah kamu bantu, dan kamu susah aku bantu,” tukas Jano.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kabupaten Sikka Romanus Woga menyampaikan salut terhadap kinerja Kopdit Pintu Air yang tetap positif kendati mengalami situasi sulit saat pandemi.
“Kini, ketika pandemi berlalu, koperasi ini langsung pasang target tinggi, aset Rp 4,5 triliun dan sejuta anggota, saya nilai pengurus tidak hanya berani tapi juga punya visi bisnis yang matang ke depan,” ujarnya. Keberanian Kopdit Pintu Air memasang target usaha, lanjut Wabup yang akrab dipanggil Romi patut ditiru oleh koperasi lainnya yang umumnya masih takut memasang target tinggi. “Hanya sedikit orang koperasi sekelas Yakobus Jano, karenanya Anda perlu belajar dari beliau bagaimana cara menanamkan keyakinan, keteguhan serta ketulusan dalam berkoperasi,” pungkas Romi.
Hingga per Desember 2022, jumlah anggota Kopdit Pintu Air sebanyak 298.467 orang atau naik 10% dibanding 2021 sebanyak 272.225 orang. Aset Rp 1,752 triliun, naik 9% dari 2021 sebesar Rp1,608 triliun. Pinjaman beredar Rp1,486 triliun, naik 13,01% dari 2021 sebesar Rp1,314 triliun.
Adapun proyeksi usaha di tahun 2023 ini, ditargetkan penambahan anggota sebanyak 96 ribu, penambahan 12 KCP, menaikkan 30% simpanan saham anggota menjadi Rp 952,636 miliar, simpanan non saham Rp974,975 miliar dan Sisa Hasil Usaha Rp5,233 miliar. Sedangkan jumlah pinjaman beredar Rp 2,080 triliun dan Aset Rp2,278 triliun. (Irm)








